DLH Sumbar Sesalkan Masyarakat Masih Membuang Sampah ke Sungai

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG — Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat melihat kawasan daerah aliran sungai kerap menjadi tempat pembuangan sampah. Tidak hanya terjadi di bagian muara, tapi turut terjadi di bagian hulu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat Siti Aiysah/Foto: M. Noli Hendra

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Siti Aiysah mengatakan, di Sumatera Barat memiliki banyak sungai yang tersebar di sejumlah daerah. Namun, masih banyak yang ternyata dirusaki oleh masyarakat. Terutama yag melewati pemukiman penduduk.

Ia menyebutkan, melihat ke kondisi di Muaro Padang, terbilang cukup memprihatinkan, karena banyaknya sampah yang terhempas ke tepi pantai, serta tebalnya sendimen yang mengendap.

“Imbauan sudah sering disampaikan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten dan Kota Padang, nyatanya belum ada dampaknya. Soal pengawasan memang belum bisa dilakukan patroli di sepanjang DAS. Jadi memang diminta kesadaran masyarakatnya,” katanya, Rabu (13/3/2019).

Menurutnya, jika kebiasaan tidak segera dihilangkan, maka dampaknya akan membuat masyarakat yang masih menggunakan air sungai sebagai aktifitas seperti mencuci dan mandi, dapat terganggu kesehatan. Di sisi lain, juga dapat menyebabkan banjir.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan persoalan kebersihan terutama pengelolaan sampah mesti menjadi fokus kabupaten dan kota. Apalagi saat ini pemerintah pusat memprogramkan Indonesia bersih.

“Indonesia bersih tengah menjadi program pemerintah, ini dikemukan dalam pertemuan dengan Menkomaritim beberapa waktu lalu. Maka, di Sumatera Barat juga akandilakukan pembenahan di beberapa sektor terutama dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.

Dikatakannya, pengelolaan ini dengan memanfaatkan TPA regional yang ada di beberapa daerah. Sebab, volume sampah di beberapa daerah terus mengalami peningkatan yang signifikan.

“Untuk itu jika perlu ada perluasan di beberapa TPA yang ada di Sumatera Barat untuk menampung sampah ini,” katanya.

Kemudian, pembersihan sungai itu mesti sampai ke hulunya, karena jika menumpuk akan berdampak kepada pencemaran air dan mengakibatkan aliran tersumbat.

“Maka pembersihan ini mesti rutin dilakukan. Semua pihak mesti terlibat dalam menjaganya,” katanya lagi.

Dilanjutkan Wagub, kebersihan lingkungan di lokasi wisata juga mesti diprioritaskan. Apalagi, lokasi wisata ini merupakan tempat yang sering dikunjungi masyarakat, jika bersih akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi pengunjung. Namun, jika tidak bersih mereka akan enggan untuk datang.

“Oleh karena itu, lokasi wisata ini mesti bersih. Untuk itu perlu disediakan tong sampah di beberapa objek wisata,” tuturnya.

Selain itu kata Wagub, terkait dengan pelarangan kantong plastik di pasar tradisional. Pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu.

“Akan lakukan kajian terlebih dahulu, Sebab ini perlu pertimbangan. Namun dengan menerapkan kantong plastik berbayar diharapkan dapat mengurangi minat masyarakat terhadap kantong plastik,” ulasnya.

Ia berharap, kabupaten dan kota di Sumatera Barat agar terus melakukan gerakan kebersihan di daerahnya dengan mengedukasi masyarakat terkait kebersihan dan pengelolaan sampah.

Lihat juga...