Titiek Soeharto Ajak Warga Menangkan Prabowo-Sandi
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, merupakan sosok pemimpin yang dibutuhkan rakyat saat ini, untuk membawa perubahan. Selain amanah dan kesatria, pasangan capres-cawapres nomor urut dua tersebut juga memiliki perencanaan pembangunan yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Keberhasilan pembangunan para pemimpin terdahulu telah terbukti berjalan baik. Seperti pengentasan kemiskinan, dan harga kebutuhan yang murah dan stabil akan disempurnakan Prabowo-Sandi,” demikian Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto), saat menghadiri acara Doa Bersama 242 Dari Dlingo Untuk Indonesia Adil dan Makmur, di Bantul, Minggu (24/2/2019).
Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan relawan The Power of Emak-emak hingga laskar Gerakan Nasional Probowo for Presiden itu, Putri Presiden II RI itu mengatakan, Indonesia saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang mencintai rakyat kecil dan memahami penderitaan rakyat. Hal itu sejalan dengan harapan jutaan petani buruh maupun kelompok usaha kecil, yang mengharapkan perubahan ekonomi yang lebih baik.
“Karena itu, mari wujudkan kemenangan bagi Indonesia dengan kemenangan Prabowo-Sandi,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan pimpinan Koalisi Partai Pendukung Prabowo-Sandi DIY, HM Syukri Fadholi, menyebut perubahan kepemimpinan nasional saat ini sangat diperlukan, karena selama 4,5 tahun terakhir arah pembangunan bangsa sudah menyimpang jauh dari proklamasi.
“Selama ini, pimpinan negara tidak bisa menyatukan rakyat. Mereka gagal. Kedaulatan bangsa semakin terkikis, sebab kebijakan negara tidak berpegang pada UUD 1945. Utang asing bertumpuk. Keadilan tebang pilih demi kekuasaan. Tenaga kerja dan utang asing juga merajalela,” katanya.
Karena itu, Syukri pun meminta agar semangat perubahan itu harus didasarkan pada tiga hal. Yakni, semangat iman, semangat hijrah dan semangat jihad.
“Ini adalah persoalan bangsa, menyangkut kepentingan anak-cucu kita di masa mendatang. Sehingga semangatnya adalah iman pada Allah. Semangat hijrah, untuk menegakkan yang benar dan mencampakkan kebathilan. Melawan rezim yang tidak berpihak pada rakyat. Serta semangat jihad, mengorbankan harta dan tenaga untuk bekerja keras memenangkan Prabowo-Sandi,” katanya.