Kementerian PUPR Lakukan Perbaikan Jalinpantim

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Bina Marga melakukan perbaikan jalan lintas pantai timur (Jalinpantim). Perbaikan dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari proses pembersihan aspal pada jalan bergelombang, berlubang serta penambalan.

Jalinpantim
Darmawan, pengawas pelaksanaan perbaikan. Foto: Henk Widi

Darmawan, pengawas pekerjaan Jalinpantim menyebutkan, perbaikan jalan tersebut dilakukan mulai dari ruas Bakauheni, Lampung Selatan hingga Sukadana, Lampung Timur.

“Proses sudah dilakukan sejak bulan Januari silam dan ditargetkan selesai sebelum mudik lebaran. Penanganan kerusakan pada akses Jalinpantim tersebut dilakukan pada ruas jalan sepanjang 227 kilometer,” sebut Darmawan saat ditemui Cendana News, Selasa (26/2/2019).

Prioritas di antaranya jalan berlubang, rehabitilasi total pada titik yang rusak. Perbaikan dilakukan pada siang hari untuk menghindari kemacetan dan diberlakukan sistem buka tutup pada titik yang diperbaiki.

“Sebelum dilakukan perbaikan, proses pemetaan pada sejumlah titik jalan yang rusak dilakukan dengan memberi tanda berupa cat putih. Selanjutnya dilakukan pembongkaran,” bebernya.

Perbaikan ruas Jalinpantim tersebut mendapat respon positif dari masyarakat, terutama pemilik usaha budidaya perikanan tambak. Muhidin, salah satu pemilik tambak di Desa Bandar Agung menyebut akses jalan yang diperbaiki memudahkan distribusi. Sebab kendaraan pengangkut benih udang, hasil panen udang menggunakan Jalinpantim sebagai akses utama menuju pelabuhan Bakauheni.

“Pemilik usaha sektor perikanan sangat terbantu dengan perbaikan jalan yang sudah rusak selama hampir setahun terakhir,” beber Muhidin.

Muhidin menyebut Jalinpantim yang kerap mengalami kerusakan di antaranya berada di ruas Kecamatan Ketapang, Sragi dan Bakauheni. Kerusakan semakin parah terjadi di wilayah kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur akibat kerap dipergunakan untuk pengangkutan pasir hasil tambang pasir.

“Akses jalan yang dipenuhi lubang dan bergelombang selain menghambat waktu perjalanan juga berpotensi merusak kendaraan yang melintas,” tambahnya.

Lihat juga...