Kemenkop dan UKM Dukung Festival Sarung 2019

Editor: Koko Triarko

Sekertaris Kemenkop dan UKM, Meliadi Sembiring. -Foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA – Untuk meningkatkan produksi kerajinan sarung, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) mendukung Festival Sarung Indonesia 2019. Sekertaris Kemenkop dan UKM, Meliadi Sembiring, mengatakan, pihaknya berpartisipasi dalam acara tersebut. Bahkan dukungan telah dilakukan pada beberapa waktu lalu, melalui gerakan memakai sarung.

“Kita kan mendukung, sudah mulai dengan gerakan pakai sarung. Setiap karyawan diharuskan pakai sarung setiap hari Jumat,” kata Meliadi, di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Sarung adalah warisan budaya bangsa Indonesia. Maka, sebagai bangsa harus menunjukkan rasa bangga memakai sarung. Apalagi, festival ini bertujuan untuk meningkatkan usaha para UKM perajin sarung.

“Bagaimana bisa meningkatkan produksi sarung khas Indonesia, kalau kita sendiri tidak menggunakan, apalagi membeli?” katanya.

Kain sarung, jelas dia, sangat erat dengan ekonomi rakyat, yang menyangkut UKM perajin sarung. Saat ini, banyak pabrik sarung yang tutup, mesinnya tidak beroperasi. Seperti halnya pabrik sarung di Majalaya.

Kepala Perencanaan Kemenkop dan UKM, Ahmad Jubadi, menambahkan, festival ini dalam upaya mendorong UKM perajin sarung dan tenun meningkatkan kapasitas usahanya. Sehingga, ke depan usaha mereka terus berkembang dan berdaya saing.

“Kita mendorong perajin dan kehidupan UKM yang berkelanjutan. Kita tahu, potensi ekonomi sarung ini sangat luar biasa mampu tingkatkan ekonomi nasional,” ujarnya.

Terpenting lagi, tambah dia, ukungan Kemenkop dan UKM terhadap festival ini, sebagai upaya untuk melindungi UKM perajin sarung dan tenun dari gempuran produk luar negeri.

“Kita tidak tutup mata banyak produk impor. Jadi, kalau kita tidak bangga dengan sarung Indonesia, ya akan berdampak pada perajin,” tukasnya.

Festival Sarung Indonesia  bertema ‘Sarung Sebagai Identitas Budaya Pemersatu Bangsa’ akan digelar pada 3 Maret 2019, di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Festival yang menyajikan 1.000 jenis sarung ini akan dibuka oleh  oleh Presiden Joko Widodo. Rangkaian kegiatan meliputi pasar rakyat, pameran sarung, fashion on the street berbasis sarung, karnaval sarung Indonesia, seminar dan sarasehan sarung.

Sebagai bentuk dukungan, Kemenkop dan UKM akan menyiapkan tiga booth untuk UKM binaan. Yakni, UKM dari Rumah Sarung Indonesia (Rusari), dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) dari empat provinsi yang terdampak bencana. Di antaranya, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Banten dan Lampung,  serta UKM pilihan dari Bali.

“Tujuan festival untuk mempromosikan sarung sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Juga mentransformasikan sarung sebagai trendsetter dan gaya hidup modern bagi generasi milenial,” pungkasnya.

Lihat juga...