BAZNAS dan Mustahik di Bekasi Panen Raya Ikan Lele

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama para mustahik di Kampung Bakung, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran,  Kabupaten Bekasi, melakukan panen lele bersama. Panen tersebut merupakan program pemberdayaan ‘Mustahik Pengusaha’ sejak 2018, lalu.

“BAZNAS sebelumnya melakukan pemberdayaan kepada para peternak lele, dengan memberikan modal usaha dan pendampingan, dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para mustahik,” papar Ketua Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS, Ajat Sudrajat, Senin (21/1/2019).

Dikatakan, Program ‘Mustahik Pengusaha’ BAZNAS adalah program pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik, baik yang akan, atau sudah menjalankan usahanya. Program tersebut fokus mengembangkan para mustahik pelaku Usaha Mikro Kecil (UKM).

Menurutnya, peternak lele yang diberdayakan BAZNAS di Kampung Bakung, Desa Karangpatri, jumlahnya mencapai 23 KK penerima manfaat.  Ada pun modal yang diberikan dalam bentuk pembuatan kolam bioflok, pembelian bibit dan pakan lele.

“Bibit lele yang disebar sebanyak 46.000 ekor ketika awal pemberian. Tetapi, yang bertahan hidup sekitar 80 persen,”tandas Ajat.

Dari hasil tersebut, lanjutnya, para peternak lele yang diberdayakan BAZNAS ini, mendapatkan Rp90.372.000. Hasil tersebut dari total keseluruhan setelah dilakukan penjualan.

Lebih lanjut, dia mengakui, bahwa BAZNAS di daerah tersebut tidak hanya memberdayakan masyarakat dari sektor peternakan lele, tetapi pemberdayaan kepada para petani sayuran.

“Sebanyak 25 petani diberdayakan dengan diberikan modal usaha. Kemudian petani sayuran ini menanam tanaman berupa Terong, Oyong, Pare dan Kacang Panjang, dengan luas lahan 20 ribu meter persegi,”ungkapnya.

Diperkirakan, setelah empat bulan tanam, petani akan panen kurang lebih sekitar 106 ton sayuran, dan mendapat keuntungan sebesar Rp53.500.000.

Hal lain, imbuhnya, juga memberi modal ke petani jamur di daerah tersebut dalam bentuk bantuan modal usaha sebesar Rp30 juta, kepada enam penerima manfaat.

Sehingga, melalui penambahan modal tersebut, diketahui  mampu meningkatkan pendapatan petani sebesar 20 persen dari Rp2,4 juta menjadi Rp3 juta.

Dalam kesempatan itu, Ajat juga mengungkapkan, bahwa sebelumnya, program pemberdayaan BAZNAS ‘Mustahik Pengusaha’ juga diluncurkan di kawasan Kampung Melayu, Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

Pemberdayaan berupa pengembangan warung Z-Mart dan pemberdayaan kepada mustahik pedagang nasi goreng keliling dilakukan.

“Program ini tidak hanya memberikan modal usaha, tapi juga branding dan pendampingan untuk memajukan usahanya,”ujarnya.

Ajat berharap, melalui program pemberdayaan yang diberikan, mampu meningkatkan kesejahteraan para mustahik, dan ikut mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Panen raya tersebut dihadiri anggota BAZNAS, Irsyadul Halim dan Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Mohd. Nasir Tajang.

Lihat juga...