Tokoh Lintas Agama Diminta Meredam Konflik Pemilu

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Tokoh lintas agama, harus memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar menghindari konflik. Hal itu dibutuhkan untuk membantu mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) yang aman dan damai.

“Salah satu peran dari tokoh lintas agama adalah mendinginkan situasi supaya tidak terjadi konflik,” kata Asisten Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (ARSENA), Irjen Pol. Gatot Edy Pramono, pada diskusi bertajuk, Peran Tokoh Agama di Tahun Politik, yang digelar Komisi Kerukunan Antar Umar Beragama Majelis Ulama Indonesia (KUB MUI) di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Pemilu, kerap memunculkan konflik politik, yang ditakutkan akan memanas karena adanya dukungan partisan. Ketika suhu politik memanas, jika dibiarkan menurutnya, bisa meledak. Maka konflik politik harus didinginkan, dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar mewujudkan demokrasi pemilu dengan aman dan damai. “Konflik yang kecil kalau dibiarkan, ya, akan menjadi besar. Ini kan, berbahaya, kita harus dinginkan,” tambahnya.

Mewujudkan pemilu damai, dengan meredam konflik, tidak hanya peran dari KUB. Tetapi juga menjadi kewajiban dari komponen masyarakat lainnya. Apalagi di tengah-tengah konsentrasi politik yang terjadi, ada yang menyampaikan kampanye hitam, atau isu-isu sensitif, terkait dengan sara dan menganggu keberagaman.

Pemilu, adalah pemilihan pimpinan negara, yang dilakukan setiap lima tahun. Jangan sampai pemilu, dimanfaatkan oleh pihak tertentu, untuk menganggu persatuan dan kesatuan bangsa, yang sudah 73 tahun merdeka. “Ketika memilih pemimpin bangsa, ada pihak-pihak yang sengaja ingin mengaduk-ngaduk bangsa. Jangan sampai terjadi perpecahan,” tegasnya.

Oleh karenanya, Kapolri bersama tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat, harus menjadi peredamkan situasi politik. Konflik sekecil apapun, tidak boleh membesar. “Harapan kami, kalau ada konflik kecil pun cepat selesaikan. Ketika berita hoax harus tabayun atau klarifikasi dulu, apakah berita itu benar atau tidak. Kalau berita itu benar, ya, silahkan share,” ujarnya.

Gatot mengajak masyarakat, untuk membuat berita positif untuk masyarakat. Hal itu untuk menghindarkan masyarakat dari berita bohong atau hoaks. “Berita positif yang menghimbau dalam pemilu ini,  kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tutupnya.

Lihat juga...