Rumput Laut Nunukan Dilirik Pengusaha Prancis
NUNUKAN – Pembudidaya rumput laut di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), bisa bernapas lega. Pengusaha asal Prancis, melirik keberadaan rumput laut dari daerah tersebut, untuk diekspor ke negaranya.
Kamaruddin, seorang pembudidaya rumput laut di Nunukan, Kaltara menyebut, kedatangan pengusaha asal Prancis ke sentra budidaya rumput laut di Kampung Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan, membawa angin segar.
Kehadiran pengusaha asal Prancis tersebut, atas fasilitasi pengusaha Makassar, yang pernah mengutarakan niatnya untuk menanamkan investasi. “Kedatangan pengusaha Prancis ini dibawa pengusaha asal Makassar. Pengusaha Prancis ini berniat membeli rumput laut,” ungkap Kamaruddin, Kamis (22/11/2018).
Saat ini, produksi rumput laut di Nunukan mencapai 3.500 ton perbulan. Kondisi tersebut, membutuhkan investor yang bersedia membeli dalam jumlah besar. Selama ini, harga jual rumput laut selalu fluktuatif, karena permainan tengkulak. Mereka adalah pengumpul lokal, yang membeli rumput laut untuk disetorkan ke pabrikan di Tiongkok.
Oleh karena itu, kehadiran pengusaha Prancis tersebut, diharapkan mampu meredam permainan harga tersebut. Keberadaan pembeli atau negara pilihan lain untuk ekspor, diyakini dapat membantu memberikan harga jual yang lebih baik.
Kamaruddin optimistis, investor akan tertarik membeli rumput laut Nunukan, setelah gudang penampungan di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, sudah difungsikan. Daya tampung gudang tersebut cukup besar, mampu menampung seluruh produksi dalam sebulan. (Ant)