FSC Indonesia, Sumbang 1.000 ke SMK di Jaksel

ilustrasi siswa menanam pohon - Dokumentasi CDN

JAKARTA – Sebanyak 1.000 bibit pohon, disumbangkan lembaga nirlaba, yang bekerja mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Indonesia, Forest Stewardship Council (FSC), kepada 10 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta Selatan (Jaksel).

Pemberian sumbangan dilakukan, dalam rangka memperingati Hari Pohon se-dunia 2018. “Program pemberian 1.000 bibit pohon dan penanaman di area lingkungan sekolah, dipusatkan di SMK Negeri 57 Jakarta Selatan, diikuti perwakilan guru dan murid dari 10 sekolah tingkat SMK se-Jakarta Selatan,” kata Marketing & Communications Manager FSC Indonesia, Indra Setia Dewi, Kamis (22/11/2018).

Kegiatan tersebut dilakukan, dalam rangka mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, atas keberlanjutan hutan dan pengelolaan hutan, yang bertanggung jawab. FSC Indonesia sebelumnya, telah melakukan berbagai kegiatan dan program FSC Goes to School, yang merupakan program untuk melakukan pendidikan ke sekolah, mulai dari SD hingga SMA.

Indra Setia Dewi menyebut, FSC Goes to School, merupakan program FSC Indonesia, yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa dan sekolah, mengenai pentingnya fungsi hutan dan keberlanjutan hutan. Penanaman bibit pohon, pada Hari Pohon se-dunia, yang diperingati setiap 21 November, merupakan bentuk pendidikan FSC kepada siswa dan sekolah, mengenai pentingnya menjaga fungsi hutan.

Jenis bibit pohon yang diberikan dan ditanam adalah jenis buah-buahan, seperti nangka, jambu, sirsak, bisbul, dan menteng. Namun, ada juga pohon kehutanan seperti mahoni, kenari, bungur, dan gmelina (jati putih), yang harapannya dapat memberikan manfaat membantu meresapkan air hujan, menyerap karbondioksida, membersihkan udara dari polusi kendaraan bermotor. “Juga memberikan rumah bagi hewan seperti burung dan lebah, dan dapat bermanfaat untuk mendorong pada siswa lebih mencintai hutan dan lingkungan yang lebih baik,” tandasnya.

Kepala SMK Negeri 57 Jakarta, EtySuyanti M. Pd, menyatakan, program tersebut mendukung program sekolah sebagai sekolah berwawasan lingkungan. “Sangat bermanfaat bagi kami, dalam meraih predikat sekolah Adiwiyata Mandiri,” tandasnya.

Adiwiyata adalah, salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dalam upaya mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah, dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Sekolah adiwiyata adalah, sekolah yan peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Dengan program adiwiyata, seluruh masyarakat sekolah dapat menyadari, bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat. (Ant)

Lihat juga...