Lagarde: Perlu Tindakan Bersama Mengurangi Hambatan Perdagangan
WASHINGTON – Menjelang pertemuan tingkat tinggi Kelompok Dua Puluh (G20) di Argentina, yang semakin dekat, Ketua Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde, menyerukan tindakan bersama yang cepat, untuk mengurangi hambatan perdagangan untuk meningkatkan sistem perdagangan global.
Dalam posting blog yang diterbitkan di situs web IMF, Lagarde, mengatakan, hambatan perdagangan yang meningkat, pada akhirnya mengalahkan diri sendiri, untuk semua yang terlibat. “Sangat penting, bahwa semua negara menghindari hambatan perdagangan baru, sementara membalikkan tarif-tarif baru-baru ini,” tandasnya.
Dalam catatan pengawasan yang disiapkan untuk KTT G20 mendatang, IMF juga menekankan, ada kebutuhan mendesak, untuk mengurangi ketegangan perdagangan, dan memodernisasi sistem perdagangan global.
Prospek Ekonomi Dunia IMF, yang dirilis pada Oktober memperkirakan, terjadi pertumbuhan global sebesar 3,7 persen di 2018 dan 2019. Nilainya mengalami penurunan 0,2 persentase poin, dari perkiraan Juli. Kondisi tersebut, karena terjadi peningkatan tekanan eksternal dan keuangan, di negara-negara emerging markets, dan peningkatan ketegangan perdagangan yang nyata.
Mengutip data dari penelitian IMF, Lagarde mencatat, meliberalisasi perdagangan jasa dalam jangka panjang, dapat menambah sekira 0,5 persen atau 350 miliar dolar AS, ke produk domestik bruto (PDB) dari G20. Selain mengatasi masalah perdagangan, kerja sama multilateral baru juga diperlukan, untuk menurunkan ketidakseimbangan eksternal, menghindari kemunduran pasca-krisis, dalam regulasi sektor keuangan, mengkoordinasikan dukungan untuk negara-negara berpenghasilan rendah, dan mengatasi tantangan global lain, seperti risiko-risiko iklim, dan perpajakan internasional.
Kemajuan menuju G20, dari pertumbuhan yang lebih seimbang, berkelanjutan dan inklusif masih lambat. Pemberi pinjaman multilateral tersebut mendorong, adanya kebijakan untuk membantu mempersempit kelebihan ketidakseimbangan eksternal, menjaga kerentanan domestik dalam kendali. Untuk bersama-sama melakukan reformasi struktural, dan berinvestasi dalam modal manusia, dikombinasi dengan jaring pengaman sosial yang kuat, redistribusi fiskal yang tepat dan akses ke perawatan kesehatan.
Menyoroti kondisi kegelapan, yang membayangi perekonomian global, Lagarde mengatakan, untuk mengatasi tantangan tersebut, dapat diterapkan kebijakan yang masuk akal. Baik secara nasional maupun internasional. “Kerja tim adalah taktik kemenangan,” pungkasnya. (Ant)