Kerja Bakti membersihkan drainase guna mencegah nyamuk, ilustrasi -Dok: CDN
SURABAYA – Dinas Kesehatan Kota Surabaya, menyebutkan, angka bebas jentik di “Kota Pahlawan” setiap tahun mengalami penurunan, menyusul adanya kesadaran masyarakat dalam upaya memberantas sarang nyamuk.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, mengatakan, setiap tahun angka bebas jentik (ABJ) nyamuk ini semakin menurun, meski untuk beberapa kelurahan, sekolah, perkantoran dan perumahan masih mendominasi angka ABJ tersebut.
“Tiap tahun angka bebas jentik ini semakin turun, seperti pada 2017 angka ABJ mencapai 325, sedangkan pada 2018 turun menjadi 311,” katanya, Jumat (2/11/2018).
Kendati demikian, lanjut Febria, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi memberantas sarang-sarang nyamuk. Bahkan, Pemkot Surabaya telah mengirimkan surat edaran imbauan kepada masyarakat.
“Harapannya bisa terus terjalin sinergi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga tidak ada lagi warga Surabaya yang terkena penyakit demam berdarah,” katanya.
Pada tahun ini, pihaknya sudah dua kali mengirim surat edaran imbauan pemberantasan sarang nyamuk ke warga. “Bahkan, wali kota ingin agar surat edaran tersebut, dikirimkan satu pekan sekali ke warga,” katanya.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, sebelumnya mengajak elemen masyarakat di Kota Pahlawan untuk bersama-sama memberantas sarang nyamuk menjelang musim hujan.
“Saya berharap, kita bisa menurunkan penyakit demam berdarah. Setiap tahun turun, tapi saya ingin tidak ada,” kata Risma.
Risma mengatakan, pihaknya juga telah memberi arahan kepada jajaran di kelurahan dan kecamatan, agar ke depan kerja bakti tidak hanya difokuskan pada kantor pemerintahan, jalan raya atau saluran. Namun, Risma meminta juga difokuskan pada tempat-tempat umum, seperti tempat ibadah dan sekolah-sekolah.
“Biasanya, kelurahan dan kecamatan melakukan kerja bakti bersama. Tapi saya berharap, tempat-tempat ibadah, sekolah, masjid dan gereja juga dilakukan. Kadang juga rumah-rumah kosong itu, makanya saya minta para camat, lurah bisa masuk ke rumah-rumah kosong itu,” katanya. (Ant)