Kapal Penumpang Tol Laut, Mulai Beroperasi

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Kapal perintis Tol Laut KM. Sabuk Nusantara 001, mulai beroperasi dari dermaga baru Laurens Say Maumere menuju beberapa pulau di wilayah timur Flores dan NTT serta Timor, Senin (15/10/2018).
“Kehadiran kapal ini untuk meningkatkan ketahanan di segala bidang, sebab pelayaran perintis menjadi tulang punggung peningkatan aksesibilitas masyarakat terpencil, terisolir dan pulau-pulau terluar,” sebut kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say Maumere, Yohanes Kumanireng, Senin (15/10/2018).
Dikatakan Anis, kehadiran kapal tol laut ini sangat  membantu pengembangan dan pembangunan SDM, serta memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat di pulau-pulau yang disinggahi.
“Kapal ini melayani kebutuhan masyarakat di wilayah terisolir, meningkatakan arus transportasi dan membuka akses transportasi dalam provinsi dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Bupati Sikka, Roberto Diogo Idong (tengah), saat peresmian dermaga Lauresn Say dan beroperasinya kapal tol laut KM Sabuk Nusantara 001 -Foto: Ebed de Rosary
Kehadiran kapal ini, tambah Anis, untuk memperkuat jati diri sebagai bangsa maritim dan melayani kebutuhan masyarakat, di mana pemerintah memprioritaskan pembangunan di sektor maritim dengan meningkatkan konektivitas antarpulau dan daerah.
“Kapal ini akan menyinggahi pulau Adonara, Lembata, Alor dan Timor dengan trayek Maumere – Larantuka – Waiwerang – Leweoleba – Balauring – Barranusa Kalabahi – Maritain – Atapupu dan Kupang  pulang pergi,” terangnya.
Kapal dengan panjang 62,8 meter dan lebar 12 meter serta tinggi geladak 4 meter ini memiliki awak kapal sebanyak 20 orang. Kapal 1.200 GT (Gross Ton) ini bisa mengangkut penumpang sebanyak 400 orang.
“Sekali perjalanan bisa memakan waktu 12 hari, di mana kapal ini juga bisa mengangkut sepeda motor dan barang. Mulai hari ini, kapal ini sudah bisa berlayar dengan rute yang telah ditentukan, melewati arah utara hingga ke timur pulau Flores,” terangnya.
Sementara untuk menjangkau wilayah barat pulau Flores, bahkan bisa sampai ke provinsi NTB. Sudah ada tiga buah kapal sejenis dengan gross ton yang lebih kecil, beber Anis, di mana empat kapal ini semuanya akan berlayar dari Maumere.
“Jadi, ada yang arah ke barat dan ada yang ke timur, karena ada empat armada yang bertolak dari Maumere. Saya berharap, para penumpang ikut menjaga, merawat dan merasa memiliki, sehingga kapalnya tetap bersih dan nyaman dipergunakan,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Sikka, Roberto Diogo Idong, saat peresmian beroperasinya kapal perintis tol laut ini mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, yang telah membangun dermaga dan membuka rute kapal perintis.
“Pemda Sikka jangan tinggal diam dan harus memanfaatkan apa yang sudah diberikan. Sebab, ini sejalan dengan mimpi kabupaten Sikka dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), yang mau dijadikan pusat perdagangan, industri pengolahan, jasa dan pariwisata untuk kawasan Flores dan Lembata,” ungkapnya.
Pemda Sikka bersyukur, sebab sudah ada sarana dan prasaran,  sehingga harus memanfaatkannya untuk menjual produk dari Sikka ke daerah lain di NTT.
“Harus ada manfaat ekonomi yang berdampak besar. Pemda Sikka juga berkepntingan untuk membuka akses ke wilayah barat Flores, NTB serta ke Sulawesi,” pungkasnya.
Lihat juga...