BMKG: Gelombang Laut Papua Capai Empat Meter

Ilustrasi - Gelombang tinggi -Dok: CDN

BIAK — Kalangan nelayan di Kabupaten Biak Numfor mengurangi aktivitas menangkap ikan di laut karena tingginya ancaman gelombang di perairan Provinsi Papua yang mencapai 2,50-4 meter.

Informasi diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) kelas 1 Bandara Frans Kaiisepo Biak, Sabtu (27/10/2018), tinggi gelombang laut di perairan Talud, Samudera Pasifik sampai Papua setinggi 2,5 hingga 4 meter.

Sedangkan untuk potensi hujan lebat disertai petir berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu-Enggano, Selat Karimata, Perairan Riau hingga Kepulauan Lingga, Selat Makassar bagian tengah laut Sulawesi bagian Timur.

Serta gelombang tinggi di perairan Kepulauan Sangihe-Talaud Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga perairan laut Papua.

“Gelombang laut di perairan Biak sejak beberapa hari terakhir sangat tinggi di atas 2,5 meter, ya banyak nelayan tidak bisa melaut karena derasnya angin dan gelombang tinggi,” ungkap Yosef, salah seorang nelayan lokal Biak.

Pantauan di sepanjang perairan pantai Tiptop dan perairan Teluk Cenderawasih pada Sabtu, pukul 09.00 WIT tampak sangat tinggi disertai angin kencang.

Beberapa kapal nelayan di Pelabuhan Tiptop tidak banyak beraktivitas untuk melaut mencari ikan karena takut perahu jhonson terbawa arus gelombang laut.

“Sebagian besar perahu nelayan dan kapal motor diparkir atau sandar di Pelabuhan Tiptop karena derasnya arus gelombang laut,” ujar salah seorang petugas Pos Polisi Air.

Hingga, Sabtu pukul 10.00 WIT puluhan kapal nelayan dan kapal motor tidak melakukan aktivitas melaut karena khawatir ancaman gelombang laut yang tinggi hingga empat meter. [Ant]

Lihat juga...