Padi di Desa Ruang Tengah Diserang Wereng Coklat

Editor: Mahadeva WS

LAMPUNG – Sejumlah petani padi di Desa Ruang Tengah, Desa Kuripan, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, mengeluhkan serangan hama penyakit wereng coklat (nilaparvata lugens).

Saiman (40), salah satu petani di Desa Ruang Tengah menyebut, serangan wereng coklat berimbas daun padi gosong, batang layu, mengering dan membusuk. Petani harus rajin melakukan penyemprotan menggunakan obat kimia untuk mengantisipasinya.

Serangan wereng disebut Saiman, terjadi akibat proses penanaman yang tidak serempak. Hal tersebut berkaitan dengan kelancaran pasokan air, area persawahan yang berada di sekitar aliran Sungai Way Asahan. Sejumlah wilayah di seberang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) STA 18, melakukan penanaman lebih terlambat dibandingkan di STA 17 yang sudah terlebih dahulu menanam padi.

Imbasnya, padi yang ditanam di usia 25 Hari Setelah Tanam (HST), diserang hama penyakit. Selain wereng coklat, sejumlah penyakit imbas dari proses penanaman tidak serempak juga menyerang diantaranya belalang, keong mas, ulat daun, kumbang tanah.

Saiman melakukan pembersihan secara rutin di sekitar lahan sawah, termasuk melakukan penyemprotan dengan insektisida. Khusus untuk wereng, Dia menggunakan insektisida berbahan aktif jenis karbosulfan. Penyemprotan dilakukan serentak bersama anggota kelompok tani (Poktan) di wilayah tersebut. “Pola penanganan hama terpadu sudah kerap kami lakukan secara serentak misalnya penanganan hama tikus melalui gropoyakan dan hama wereng serentak menyemprot saat pagi atau sore hari,” ujar Saiman, saat ditemui Cendana News,Senin (17/9/2018).

Anggota Poktan Panca Usaha Tani tersebut mengungkapkan, pendampingan dari penyuluh pertanian dalam penanganan hama rutin dilakukan. Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), sering melakukan pendampingan, penanganan hama yang kerap menyerang padi. Sejumlah petani juga harus selalu melakukan pola penanganan hama secara mandiri.

Pola penanganan OPT terutama wereng, dilakukan dengan penyemprotan. Sebelumnya pola penanganan hama wereng juga dilakukan dengan penanaman bunga khusus untuk daya tarik predator alami bagi hama wereng. Namun karena akses jalan di tepi sawah sedang dalam tahap pembangunan jalan rigid beton, petani masih belum bisa melakukan penanaman bunga refugia, jenis bunga matahari, bunga kertas, bunga keningkir. “Setelah pembenahan akses jalan dan irigasi, petani akan kembali melakukan penanaman bunga refugia pengusir hama, sementara kita gunakan tekhnik penyemprotan bahan kimia,” beber Saiman.

Petani lain, Aming (28), membenarkan penanganan HPT jenis wereng kerap dilakukan secara serentak. Jika petani tidak melakukan proses penyemprotan hama wereng secara parsial, paska penyemprotan hama penyakit masih akan menyerang. Kekompakan petani anggota poktan disebutnya dilakukan mulai dari proses pengolahan lahan, dengan traktor secara bersamaan, pembagian air yang merata termasuk penanganan hama. Meski serangan hama penyakit wereng menyerang, pola penanganan yang cepat dan serentak, membuat hama tidak meluas.

Upaya meminimalisir hama wereng untuk mengurangi kerugian. Jika tidak cepat ditangani, hama wereng bisa berimbas kerusakan tanaman padi muda, hingga memasuki masa berbuah. “Petani kerap melakukan pengendalian hama secara serentak agar kerugian bisa diminimalisir,“ terang Aming.

Terkait serangan sejumlah hama penyakit, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 03/Penengahan, Sersan dua Sudarwanto memastikan, pihaknya melakukan pendampingan ke petani. Di wilayah Kecamatan Penengahan, masa tanam tidak serentak oleh petani yang tergabung dalam beberapa Poktan, membuat hama menyerang.

Bekerjasama dengan petugas POPT Dinas Pertanian, Serda Sudarwanto melakukan pendampingan cara penanganan hama pengganggu tanaman padi, diantaranya dengan penanganan serentak. “Cara cara alami dan tradisional kita anjurkan diantaranya menggunakan alat pengusir hama berupa kaleng bekas, orang orangan sawah saat musim serangan hama burung,” beber Serda Sudarwanto.

Di sejumlah lahan sawah yang memungkinkan penanaman refugia, seperti di Desa Ruang Tengah, Desa Kelau, petani secara mandiri melakukan penanaman bunga. Berbagai jenis bunga tersebut dianjurkan ditanam untuk menarik serangga predator yang bisa memangsa hama di tanaman padi. Cara alami dianjurkan juga dengan penggunaan pupuk serta agen hayati, dalam penanganan hama pada tanaman padi yang dilakukan oleh penyuluh pertanian.

Lihat juga...