Keuangan Syariah Indonesia Capai Rp3.000 Triliun Pertahun

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh, Kemeterian Agama RI, Nizar Ali mengatakan, secara global keberadaan bisnis halal mengalami pertumbuhan yang membanggakan. Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia, saat ini berada di pusaran pertumbuhan tersebut.

Indonesia telah melakukan konsolidasi, agar menjadi negara pusat halal dunia. Hal itu dikarenakan, potensi keuangan syariah dan bisnis halal, memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia. “Ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia  mampu mencapai Rp3.000 triliun pertahun. Seperti, makanan halal, wisata syariah, fashion muslim, perbankan syariah, pasar modal syariah, dan bisnis haji-umrah,” ujar Nizar, Jumat (21/9/2018).

Diharapkan, industri keuangan syariah dan bisnis halal di Indonesia, dapat berperan lebih besar. Sehingga bisa menjadi pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia, agar tumbuh menjadi lebih baik lagi. Industri keuangan syariah dan bisnis halal di Indonesia sangat prospektif.

Keberadaanya bertumpu pada potensi yang ada di masyarakat secara inklusif sehingga memiliki daya tahan terhadap guncangan krisis global. Posisi trategis Indonesia dalam berbagai forum kerjasama international di bidang keuangan syariah dan bisnis halal, memiliki peluang luas. “Tidak sekedar menjadi pasar bisnis halal, tetapi bisa menjadi lahan produsen,” tandasnya.

Untuk mencapai target dan tujuan tersebut, selain membutuhkan dukungan kebijakan negara, juga membutuhkan partisipasi dan peran pengusaha secara formal. Acara seperti International Islamic Expo 2018, diharapkan dapat memperkuat kepedulian masyarakat dan pelaku usaha, terhadap pentingnya bisnis halal. “Sehingga kita tidak boleh hanya semata-mata melihat unsur bisnis tetapi lebih pada ibadah dan perlindungan umat harus menjadi perhatian utama,” tandasnya.

International Islamic Expo 2018 di Jakarta, diramaikan oleh 140 tenant. Diantaranya 58 perusahaan internasional yang bergerak di bidang penyedia jasa hotel, transportasi, visa, catering dan telekomunikasi. Kemudian ada 25 perusahaan penyelenggara resmi perjalanan umrah dan haji, 35 perusahaan dalam negeri yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman halal, kosmetik dan fashion untuk menunjang Indonesia sebagai tujuan wisata halal dunia, serta 22 perwakilan internasional.

Lihat juga...