Polwan Polres Flotim Galakkan Tanam Bakau dan Terumbu Karang
Editor: Satmoko Budi Santoso
LARANTUKA – Ada yang berbeda di Pantai Raungsunge Kelurahan Ritaebang Kecamatan Solor Barat. Pantai tersebut disambangi oleh para perempuan yang berprofesi sebagai Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas di Polres Flores Timur (Flotim). Mereka terlihat mengekspresikan kegembiraan menikmati pantai berpasir putih tersebut.
Menggunakan baju kaus orange bertuliskan Polisi sebanyak 22 orang tersebut terlihat mempersiapkan diri melakukan aktivitas membersihkan pesisir pantai, menanam terumbu karang dan mangrove di lokasi pantai wisata Riangsunge yang siang itu sepi dari pengunjung.
“Kita mengadakan anjangsana dan bakti sosial dalam rangka memperingati HUT Polwan ke-70 tahun 2018. Kami juga sekalian melakukan aksi peduli lingkungan dengan membersihkan pantai, menanam terumbu karang dan juga mangrove di pantai wisata Riangsunge,” sebut Kompol Erna Rumakia Kabag Ren Polres Flores Timur (Flotim) kepada Cendana News, Rabu (22/8/2018).

Memungut Sampah
Usai mengabadikan keindahan pantai, sambil menunggu air laut surut dan terumbu karang yang sedang diambil para penyelam, satu per satu anggota polwan bersama beberapa anak SD Inpres Ritaebang dengan memegang karung plastik di tangan, berjalan di pesisir pantai memungut sampah-sampah plastik dan memasukannya ke dalam karung.
Menurut Erna, Pantai Riangsunge sangat indah sehingga perlu dijaga agar bisa terbebas dari sampah terutama sampah plastik yang tentunya bila dibuang ke laut akan mencemari laut dan mengancam kehidupan biota laut.
“Pantai ini harus dijaga agar jangan sampai dipenuhi sampah khususnya sampah palstik. Sebab pasir putihnya sangat halus dan tempatnya indah. Tapi pemerintah harus menata dan menyiapkan banyak tempat sampah di lokasi ini,” harapnya.
Karung-karung sampah yang dikumpulkan tersebut pun, diletakkan di tempat sampah yang ada di sebuah lubang yang disiapkan di areal pantai tersebut untuk menampung sampah-sampah yang dipungut di pesisir pantai.
“Saya melihat di pesisir Pantai Raingsunge sampai Ritaebang masih banyak sampah yang dibuang di pantai atau juga terbawa ombak dan arus sehingga terdampar di pesisir pantai,” ucapnya.

Polwan pertama di Flotim ini mengakui, sudah meminta Kapolsek dan Kapospol Solor Barat agar sampah-sampah yang ada dipisahkan dan bisa dijual kembali. Harus dibentuk Bank Sampah agar bisa mendatangkan uang bagi pengelola tempat wisata juga.
Aipda Agustinus Niron, Kapospol Solor Barat mengakui, pihaknya memang sudah merencanakan akan menyiapkan sebuah tempat penampungan sampah bekerja sama dengan beberapa komunitas pencinta lingkungan di Solor Barat untuk mengelola sampah.
Seminggu sekali, sebut Agustinus, pihaknya sudah menjadwalkan untuk mulai melakukan aktivitas membersihkan pesisir pantai, mengontrol mangrove dan terumbu karang yang sudah ditanam kelompok masyarakat dan organisasi di Flotim.
Selamatkan Laut
Air laut pun perlahan surut, 22 substrat semen yang ada dibawa oleh masing-masing anggota Polwan menuju ke sebuah perahu yang dipenuhi air laut yang berada sekitar 100 meter dari pesisir pantai tempat karang-karang yang sudah dipilih diletakkan.
Substrat semen tersebut oleh pencinta lingkungan yang biasa melakukan transplantasi karang, Winfridus Niron, diikatkan terumbu karang dan tidak lupa disematkan label tulisan nama dan pangkat setiap anggota Polwan.
“Label ini dilakukan untuk bisa memudahkan dan melihat seberapa banyak terumbu karang yang sudah ditanam akan berhasil. Label nama juga untuk bisa mengikat setiap orang agar setiap tahun selalu datang dan mengontrol terumbu karang yang sudah ditanam apakah sudah bertumbuh atau tidak,” sebut Wilfridus.

Aksi Polwan Polres Flotim menanam terumbu karang dan mangrove, menurut Bripka’Yustina Benga Keraf, yang merupakan Polwan senior, dilakukan dalam rangka menyelamatkan pesisir pantai dan laut Flotim dari ancaman kerusakan sehingga perlu dilestarikan.
Kegiatan yang dilakukan, sebut Yustina, juga ingin mendukung program pemerintah kabupaten Flotim menyelamatkan laut Flotim dari berbagai aksi perusakan terumbu karang dan mangrove oleh masyarakat serta nelayan itu sendiri.
“Sebagai aparat penegak hukum kami ingin mengajak anggota polisi khususnya Polwan di Polres Flotim agar mencintai laut dan lingkungan. Terumbu karang di wilayah perairan Flotim banyak yang rusak akibat para nelayan selalu mencari ikan dengan cara mengebom,” tuturnya.
Selain itu, tambah Erna, kegiatan yang dilaksanakan tersebut untuk melestarikan bakau. Sebab dengan adanya bakau yang tumbuh bagus, ikan-ikan bisa kembali lagi ke pesisir pantai untuk bertelur dan berkembang biak.
Terumbu karang yang pulih kembali pun, ungkapnya, bisa membuat ikan-ikan memiliki rumah dan nelayan di Solor Barat yang selama ini terbiasa menangkap ikan karang serta pelagis dengan cara memancing atau menggunakan jaring, tidak kesulitan.
“Berbagai aksi pengeboman yang terjadi hingga beberapa tahun kemarin dan selama ini sudah menurun drastis. Menyebabkan para nelayan di Solor harus menangkap ikan ke laut lepas. Polres Flotim selalu bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Pemda Flotim untuk bersama menjaga kelestarian laut dan ekosistem,” ungkap Erna.