PAUD Posdaya Anggrek Ajarkan Kemandirian Sejak Dini

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Selain memberdayakan warga di bidang lingkungan, Posdaya Anggrek, Dusun Sendang, Karangsari, Pengasih, Kulonprogo, juga berupaya meningkatkan kualitas warga dalam bidang pendidikan. 
Salah satu upaya yang dilakukan dengan mendirikan lembaga pendidikan anak usia dini atau PAUD. Meski masih memanfaatkan rumah salah seorang warga, yakni milik ketua Posdaya, keberadaan PAUD di Dusun Sendang ini mampu berdampak positif bagi masyarakat.
Ketua sekaligus tenaga pendidik PAUD Kartini, Yulianti, mengatakan, PAUD Kartini didirikan sejak 2006, sebagai respon belum adanya lembaga pendidikan sejenis di dusun ini.
Ketua sekaligus tenaga pendidik PAUD Kartini, Yulianti. –Foto: Jatmika H Kusmargana
Dengan menunjuk dua orang warga sebagai tenaga pendidik, PAUD Kartini Posdaya Angrek, kini memiliki sekitar 30 siswa dari sejumlah dusun, tak hanya dari Dusun Sendang, saja.
“Siswa kami tidak hanya berasal dari Dusun Sendang saja, tapi juga dari dua dusun tetangga. Karena itu, keberadaan PAUD ini sangat penting, untuk mendidik warga sekitar, khususnya anak di bawah umur lima tahun,” katanya.
Menggelar proses belajar tiga kali dalam seminggu, PAUD Kartini memiliki sejumlah sarana cukup lengkap.
Mulai dari Alat Peraga Edukatif (APE) dalam, seperti mainan edukatif, hingga APE luar seperti ayunan, dan sebagainya, yang bermanfaat melatih motorik anak. Sejumlah APE ini merupakan bantuan dari Dinas Pendidikan.
“Keberadaan PAUD ini sangat penting, karena dapat melatih anak menjadi lebih mandiri. Anak-anak desa yang biasanya hanya main-main, kini dapat diarahkan untuk belajar mandiri, sekaligus mempersiapkan diri masuk ke TK,” katanya.
Dibagi dalam dua kelas, yakni di bawah empat tahun dan usia empat-lima tahun, setiap siswa yang belajar di PAUD ini tidak dipungut biaya. Mereka hanya dikenakan biaya Rp8.000 per bulan per anak, untuk kegiatan makan bersama-sama.
“Kendala kita hanya keterbatasan tenaga pendidik. Karena tenaga pendidik hanya dua orang. Padahal, idealnya satu orang tenaga pendidik mengajar sepuluh orang siswa. Dengan jumlah siswa 30 orang tentu masih kurang,” katanya.
Sebagai salah seorang tenaga pendidik, Yulianti mengaku sudah dua kali mendapatkan pelatihan berupa diklat dasar dan diklat lanjut. Hal itu menjadi syarat bagi warga desa yang ditunjuk sebagai tenaga pengajar PAUD.
“Untuk honor, ya ada, walaupun cuma sedikit, Rp200 ribu per orang per bulan. Itu berasal dari pemerintah desa. Ya, kita syukuri, karena tujuan kita kan lebih ke pengabdian,” katanya.
Mengingat pentingnya keberadaan PAUD Kartini di Dusun Sendang, ke depan warga masyarakat berencana membangun gedung PAUD di lokasi baru. Yakni, dengan memanfaatkan sumbangan tanah wakaf dan uang biaya pembangunan dari dua orang warga dusun.
Lihat juga...