MARABAHAN – Mochammad Aziz, Camat Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, mengatakan, “Festival Nenas” bertujuan untuk ajang promosi, karena Kecamatan Mekarsari merupakan sentra pertanian buah nanas.
“Selain itu, Festival Nenas dapat dijadikan sebagai wisata petik buah nanas di Kalimantan Selatan,” ujar Mochammad Aziz, di ibu kota kabupaten, Marabahan, Senin (20/8/2018).
Menurut dia, dari festival itu diharapkan dapat meningkatkan kreativitas terhadap produk olahan berbahan buah nanas. Bahkan, sebut dia, dari festival itu, semakin menumbuhkan gairah kompetisi petani nanas untuk menghasilkan tanaman yang lebih berkualitas.
Terpisah, Bupati Barito Kuala (Batola), Hj. Noormiliyani AS, mengharapkan, festival tersebut memberi hiburan dan dapat mengangkat pamor buah lokal nanas, agar semakin populer dan disukai masyarakat luar Barito Kuala.
Dia berharap, festival yang pertama kali digelar itu menjadi etalase berbagai produk pertanian unggulan Barito Kuala, khususnya buah nanas yang selama ini dikembangkan, sekaligus menjadi ajang edukasi dan berbagi berbagai permasalahan perkebunan.
Mantan Ketua DPRD Kalsel mengemukakan, Pemkab Barito Kuala berkomitmen untuk mendorong produksi buah-buahan lokal, agar meningkat dan berjaya di pasar nasional, melalui penyediaan lahan dan melakukan pembenahan terhadap mata rantai produksi hingga pascapanen.
Kepada para pelaku usaha dan UKM yang bergerak di bidang perdagangan buah, dia mengajak, untuk berbenah dengan tidak sekadar berjualan ke pasar-pasar trandisional, namun diarahkan untuk menjangkau pasar global.
“Persiapan besar kita, selain memperhatikan penanganan pascapanen agar sesuai standar, juga memperhatikan kualitas dan mekanisme perdagangan sedemikian rupa,” tandasnya. (Ant)