Volume Pengiriman di Kantor Pos Penengah Meningkat
Editor: Mahadeva WS
LAMPUNG – Jelang libur lebaran Idul Fitri 2018/1439 Hijriyah, volume pengiriman barang melalui kantor pos semakin meningkat. Volume pengiriman barang pos melalui Kantor Pos Penengah meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan hari biasa.
Kepala Kantor Pos Penengahan Deni menyebut, pengiriman barang pos mulai dari surat, paket, hingga pengiriman uang semuanya mengalami peningkatan. Kenaikan tercatat baik untuk pengiriman maupun untuk penerimaan di kantor pos tersebut.
Berdasarkan data pengiriman barang, kenaikan dibandingkan hari biasa mencapai 80 paket perbulan. Selama Ramadan, jumlah paket yang dikirim bisa mencapai 200 paket. Paket tersebut baik dari pengirim domestik dan luar negeri. “Sebagian pekerja migran di luar negeri yang tidak mudik tahun ini ada yang mengirim barang dan juga uang melalui jasa pengiriman pos diantaranya Western Union,” terang Deni saat ditemui Cendana News, Senin (4/6/2018).

Kenaikan pengiriman barang berbanding terbalik dengan pengiriman surat yang saat ini terbilang sepi. Saat ini tren pengiriman surat bahkan sudah jarang dilakukan oleh masyarakat. Hal itu sebagai imbas perkembangan teknologi pengiriman pesan singkat atau short message service serta layanan telepon dan aplikasi perpesanan.
Saat ini untuk pengiriman surat dan kartu pos pribadi nyaris tak pernah dilayani. “Surat masih dikirim melalui pos biasanya berupa surat resmi berkaitan dengan dokumen lamaran pekerjaan serta surat lain dengan jaminan asuransi,” papar Deni.
Selain pengiriman barang, kenaikan juga terjadi pada pengiriman uang dari luar negeri (remitansi) dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. Pengiriman uang dari luar negeri mencapai sebesar Rp2 juta hingga Rp3 juta. Kiriman banyak datang dari Taiwan, Hongkong, Korea Selatan.
Selain pelayanan tersebut, Kantor Pos Penengahan juga mulai mengalami peningkatan layanan untuk warga yang akan membayar angsuran kendaraan. Sejumlah angsuran kredit kendaraan bermotor dan membayar rekening listrik serta uang pensiunan. Pengambilan pensiunan dan angsuran kendaraan tersebut banyak dilakukan untuk menghindari libur Idul Fitri dan cuti bersama mulai 11 hingga 20 Juni.