UEFA Hukum Pep Guardiola Dua Laga
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MANCHESTER — Kabar buruk menghampiri manajer Manchester City, Pep Guardiola. Manajer berkepala plontos itu mendapat hukuman larangan mendampingi tim dalam dua laga yang dikelurkan UEFA.
Eks Manajer Barcelona dan Bayern Munich dihukum menyusul perilakunya berlebihan saat mendampingi The Citizen meladeni Liverpool di leg kedua babak perempat final Liga Champions, April lalu.
Pep Guardiola dikirim ke bench pada leg kedua di Etihad Stadium yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Liverpool. Saat itu, Pep Guardiola melakukan konfrontasi terhadap wasit karena menganulir gol Leroy Sane di akhir babak pertama.
UEFA, seperti dikutip SportsMole, menjatuhkan larangan mendampingi tim sebanyak dua laga kepada Guardiola. Di mana salah satu pertandingan ditangguhkan setahun. Dengan begitu, Guardiola tidak akan mendampingi anak asuhnya pada fase grup turnamen Eropa musim depan.
Sanksi ini jelass merugikan bagi Guardiola. Mengingat ia masih memiliki ambisi besar untuk mempersembahkan trofi Liga Champions bagi The Citizen. Musim lalu, Manchester City berpeluang meraih treble. Namun tersingkit di babak delapan besar Liga Champions.
Kendati begitu, dua trofi masih bisa diangkat skuad Manchester Biru. Vincent Kompany dkk mengangkat trofi Piala Liga setelah di partai final menghempaskan Arsenal dengan skor 3-0. Trigol Manchester City dipersembahkan Sergio Aguero, Vincent Kompany dan David Silva.
Selain trofi Piala Liga, The Citizen juga menjadi kampiun Liga Primer musim 2017-2018. Tak hanya itu, The Citizena bahkan memecahkan rekor raihan gol dalam satu musim. Di akhir kompetisi, Manchester City berhasil membukukan 100 gol dan menjadi gol terbanyak dalam sejarah Liga Primer.
Sementara itu, UEFA juga menjatuhkan denda bagi Liverpool sebesar 17.567 poundstering akibat sejumlah insiden yang terjadi. Termasuk saat terjadi perusakan pada bus yang membawa skuad Manchester City saat kedua tim bentrok di leg pertama di Anfield.
Liverpool yang menjadi runner up Liga Champions 2018, juga didenda karena suporter setianya, Liverpudlian, menyalakan kembang api saat The Reds menantang AS Roma di leg kedua babak semifinal Liga Champions.