Selebrasi Kontroversial Trio Swiss Bebas Suspen FIFA
Editor: Mahadeva WS
RUSIA – Selebrasi yang dilakukan trio Swiss, Granit Xhaka, Xherdan Shaqiri dan Stephan Lichsteiner saat Swiss menumbangkan Serbia 2-1 berbuntut panjang.
Selebrasi yang identik dengan simbol negara Albania itu dinilai berbuatan politis. Namun beruntung, FIFA memastikan tidak akan melakukan suspen terhadap ketiganya. FIFA hanya menjatuhkan sanksi denda bagi ketiganya. Gerakan tubuh ketiga pemain menyerupai smbol yang ada pada bendera rival Belgia.
Baik Xhaka maupun Shaqiri merupakan pemain yang berasal dari etinis Albania. Shaqiri lahir di Kosovo, salah satu bagian dari Provinsi di Serbia yang mendeklarasikan kemerdekaannya pada 2008. Sedangkan Xhaka, orang tuanya berasal dari Kosovo.
Serbia tidak mengakui kemerdekaan Albania. Tensi hubungan kedua negara pun masih cukup panas. Gestur yang ditunjukkan dalam selebrasi dinilai telah membangkitkan kembali rasa permusuhan di antara kedua negara.
Selain menjatuhkan sanksi denda bagi tiga pemain Swiss, FIFA juga menjatuhkan denda kepada presiden asosiasi sepakbola Serbia, Slavisa Kokeza dan pelatih kepala Timnas Serbia, Mladen krstajic. Keduanya didenda karena berkomentar kepada pers di tengah situasi yang memanas.
Baik Slavisa maupun Krstajic menuding, FIFA bersikap bias terhadap selebrasi kontroversial yang dilakukan para pemain Swiss. Tak cukup hanya presiden dan pelatih timnas, Serbia FA juga didenda akibat ulah para suporter. Para suporer berjalan-jalan sementara pertandingan tengah berlangsung. Tak hanya itu, para suporter juga melempar botol ke lapangan dan memasang banner diskriminatif di tribun.
Sementara Shaqiri mengklaim, selebrasi yang dilakukannya itu hanya luapan emosional karena berhasil mencetak gol penentu kemenangan Swiss. Ia enggan jika selebrasinya dikaitkan dengan konotasi politis. Menurutnya, Dia sangat senang karena bisa membobol gawang Sebia dua kali. Kemenangan itu menunjukan kualitas tim.
Kemenangan itu sekaligus menunjukkan bahwa Swiss sangat layak melanjutkan turnamen paling prestisius di dunia tersebut. Menurut Shaqiri, kualitas Timnas Swiss saat ini jauh berbeda dengan kualitas tim beberapa tahun silam. Di mana, swiss terus mengalami perkembangan sigifikan seiring semakin banyaknya pemain yang bermain di klub besar yang level persaingannya cukup kompetitif.
“Gol lahir dari umpan yang luar biasa dari Mario Gavranovic. Saya tahu saya punya peluang mencetak gol, jadi saya hanya terus berlari dan menggunakan insting untuk mencetak gol,” ucap Shaqiri.