H+3 Lebaran, Perantau di Banjarmasin, Mudik

Editor: Koko Triarko

BANJARMASIN – Sandar Kapal Roro Satya Kencana pertama di momen arus balik dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, tahun ini terbilang unik.
Pasalnya, Kapal Laut Satya Kencana milik perusahaan pelayaran PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang sandar, Senin (18/6/2018) tersebut lebih banyak mengangkut penumpang dari Banjarmasin ke Surabaya, ketimbang Surabaya ke Banjarmasin.
Koordinator Posko Mudik Lebaran di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jondra Juis – Foto: Arief Rahman
“Untuk hari ini, masyarakat yang datang dengan Kapal Laut Satya Kencana ke Banjarmasin hanya sekitar 189 orang. Sedangkan mereka yang ingin mudik ke Surabaya melalui kapal tersebut mencapai 470 orang,” ucap Kordinator Posko Mudik Lebaran di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jondra Juis.
Menurutnya, keadaan seperti memang jarang terjadi, karena biasanya di awal momen arus balik selalu dipenuhi masyarakat yang datang dari kampung halaman.
“Kita belum bisa memprediksi untuk besok, apakah Kapal Roro Kumala yang datang ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin juga demikian. Hal ini karena kita belum menerima informasi dari pihak perusahaan pelayanan berapa pemudik yang datang maupun yang membeli tiket untuk mudik,” tambahnya.
Sementara itu, Sutejo, salah satu pemudik mengaku baru tahun ini dirinya mencoba melakukan mudik lebaran bersama keluarganya setelah hari raya Idul Fitri, dari Banjarmasin ke Surabaya.
Pedagang Kelontongan di Kabupaten Tanah Bumbu ini mengaku ingin mudik ke Lamongan. Dengan memilih waktu setelah lebaran, dirinya bisa berjualan terlebih dahulu saat momen lebaran untuk bekal mudik ke kampung halaman.
“Lagi pula, saya kan berdagang sendiri, tidak menjadi karyawan. Jadi, tentu tidak masalah mudik setelah lebaran, karena tidak terikat waktu oleh perusahaan maupun instansi mana pun,” katanya.
Tidak berbeda, Aisyah, salah satu pemudik lainnya juga mengaku, dengan mudik setelah lebaran, dirinya bisa jauh lebih leluasa ke kampung halaman tanpa perlu terjebak macet dan berdesakan dengan pemudik lainnya.
“Saya ingin pulkam ke Surabaya jenguk ibu, ayah dan sanak saudara. Lagi pula, tahun ini saya mendapatkan cuti yang lebih panjang dari perusahaan perkebunan tempat saya bekerja. Makanya, saya mudiknya setelah lebaran saja,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala PT DLU Cabang Banjarmasin, Anton Wahyuddin, mengatakan, arus balik pada momen lebaran dengan Kapal Laut biasanya waktunya jauh lebih panjang.
“Bisa sampai berbulan-bulan. Hal ini karena sebagian penumpang kapal laut yang melakukan mudik adalah pedagang. Mereka ini biasanya punya rencana mudik yang jauh lebih panjang dari pegawai maupun PNS,” pungkasnya.
Lihat juga...