Titiek Soeharto: Memajukan Bangsa, tak Perlu Formula Baru
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Siti Hediati Haryadi, Titiek Soeharto, mengatakan, pada dasarnya saat ini tidak perlu membuat formula baru dalam memajukan bangsa ini. Tinggal meneruskan, menjalankan, dan mencontek apa yang sudah dilakukan Bapak Soeharto.
Hal demikian diungkapkan putri Presiden kedua RI, HM Soeharto, tersebut saat membeberkan keberhasilan dan pengabdian mendiang ayahandanya itu selama menjadi Presiden RI, dalam sambutan peresmian patung Jenderal Besar HM Soeharto di Universitas Trilogi Jakarta, Rabu (9/5/2018).
Titiek Soeharto yang kini duduk di Komisi IV DPR RI, juga mengatakan untuk tidak perlu gengsi dan malu mencontek apa yang sudah Bapak (HM Soeharto –red) lakukan, karena kita sekarang sudah tertinggal jauh dari tetangga-tetangga lainnya.
“Bagaimana Vietnam yang dahulu mencontek Indonesia tentang cara memproduksi beras, Indonesia swasembada, dan justru kenyataannya malah mereka (Vietnam) yang sekarang ekspor beras ke Indonesia, dan kita sekarang yang datang ke Vietnam untuk belajar cara swasembada”, kata Titiek Soeharto.

Titiek Soeharto mengatakan, sepanjang hidupnya, Bapak mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara dan bisa ditanyakan langsung kepada Bapak-bapak yang sekarang ini masih ada yang (pernah) bekerja bersama Bapak.
“Dan, Bapak tidak ada cuti dalam bekerja. Jika cuti sehari saja dalam bekerja, akan ada tujuh tumpuk map lebih yang Bapak harus baca dan pelajari serta ditandatangani, sehingga Bapak tidak pernah cuti. Semuanya Bapak abdikan untuk rakyat, untuk kesejahteraan bangsa Indonesia”, katanya.
Bagaimana bangsa ini bisa sejahtera dan cerdas, mencerdaskan kehidupan bangsa, kata Titiek Soeharto, adalah salah satu cita-cita Bapak dan sampai sekarang sudah hampir 72 tahun lebih Indonesia merdeka belum terealisir. Masih banyak saudara- saudara kita yang hidup di bawah garis kemiskinan, dan ini sudah menjadi tugas kita bersama untuk melanjutkan, menyelesaikan cita-cita beliau yang belum terealisir.
“Di Universitas Trilogi ini, dari namanya saja sudah Trilogi, itu merupakan Trilogi Pembangunan yang terkenal, yang merupakan cita-cita Pak Harto, landasan pembangunan yang beliau laksanakan selama menjabat sebagai presiden yang belum terselesaikan. Mudah-mudahan dengan adanya patung ini (Patung Jenderal Besar HM Soeharto –red), anak-anak mahasiswa dan mahasiswi akan selalu mengingat jasa beliau, ingat akan apa yang sudah dan selalu beliau lakukan untuk kemajuan bangsa dan negara ini,” jelas Titiek Soeharto.

Namun demikian, Titiek Soeharto mengingatkan, jika dengan dibangunnya patung Jenderal Besar HM Soeharto ini bukan untuk mengkultuskan beliau. Melainkan, semata untuk mengenang jasa beliau, mengenang jasa Bapak Pembangunan Indonesia.
“Dan, kita semua bisa mengambil tauladan dari apa yang sudah beliau lakukan untuk bangsa dan negara ini. Saya sebagai putri dari Bapak Soeharto menyaksikan setiap hari apa yang Bapak kerjakan untuk kemajuan bangsa dan negara”, katanya.
Titiek Soeharto pun mengapresiasi dan atas nama keluarga besar menyambut baik atas prakarsa Subiakto Tjakrawerdaya dan segenap civitas akademika Universitas Trilogi yang telah menempatkan patung Jenderal Besar HM Soeharto di lobi Universitas Trilogi.
“Sekali lagi, mudah-mudahan dengan adanya patung ini, bisa menjadi cambuk untuk bagaimana kita bisa bekerja lebih keras lagi, untuk mewujudkan cita-cita Bapak Soeharto,” ucapnya.