Ramadan, Permintaan Kelapa di Lhokseumawe, Tinggi

Ilustrasi -Dok: CDN

LHOKSEUMAWE – Permintaan kelapa dengan berbagai jenis pada bulan Ramadan di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, meningkat tajam.

Dari beberapa pedagang kelapa di Lhokseumawe mengatakan, bahwa selama Ramadan, jumlah kelapa yang terjual lebih banyak dari sebelumnya. Baik untuk jenis kelapa muda maupun jenis kelapa tua.

Seperti diungkapkan oleh salah seorang pedagang kelapa muda Zamzami, Minggu, mengatakan bahwa jumlah kelapa muda yang laku terjual setiap harinya pada bulan Ramadhan, di tempatnya adalah rata-rata 570 buah. Sedangkan pada hari-hari biasa sebelum ramadhan, pedagang kelapa itu mengungkapkan hanya mampu menjual 200 buah per hari.

“Di bulan Ramadhan, jumlah kelapa yang terjual mencapai 570 butir per hari. Sedangkan pada hari-hari biasanya sebelum memasuki bulan Ramadhan, jumlah kelapa yang terjual hanya 200 buah saja per hari,” ujar pedagang.

Lanjutnya lagi, kelapa-kelapa muda yang dijualnya dibawa oleh pedagang pengumpul dari berbagai daerah di sekitar Lhokseumawe. Sedangkan harga kelapa yang dijual setelah dikuliti kepada konsumen adalah Rp 5.000 per buah, katanya.

Sedangkan untuk jenis kelapa tua untuk diambil saripati santannya juga tinggi permintaaanya. Menurut salah seorang pedagang kelapa tua yang enggan disebut namanya, harga kelapa yang sudah diparut serta diperas santannya, per butirnya Rp 5.000.

Umumnya, kelapa yang dijual di Lhokseumawe, baik jenis kelapa muda maupun kelapa tua, didatangkan dari Aceh Utara dan daerah lain sekitarnya.

Sementara itu, menurut Petugas Informasi Pasar pada Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara Ida Ramadhani, beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa berdasarkan catatan pihaknya, untuk saat ini harga kelapa di Aceh Utara sedang melonjak tinggi.

Melonjaknya harga kelapa di Aceh Utara tersebut, dikarenakan tingginya permintaan menjelang bulan suci Ramadhan 1439 H. Dimana, harga kelapa bulat ukuran besar di pasar adalah Rp 4.000 per buah.

Tingginya harga kelapa tersebut, karena tingkat permintaan kelapa dengan berbagai jenis akan meningkat tajam pada bulan ramadhan. Baik kelapa tua maupun untuk kelapa muda.

“Untuk kelapa memang tinggi permintaannya pada bulan Ramadhan. Kebutuhan kelapa tua pada bulan Ramadhan lebih banyak bila dibandingkan pada hari-hari biasa dikarenakan banyak digunakan untuk bahan baku aneka kuliner dan lain sebagainya. Begitu juga dengan kelapa muda menjadi salah satu menu berbuka puasa,” ujarnya.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, maka banyak kelapa asal Aceh Utara, dipasok ke sejumlah daerah lain di sekitarnya. Seperti Kota Lhokseumawe, Bener Meriah dan Aceh Tengah serta berbagai daerah lainnya.

“Sedangkan kawasan penghasil kelapa di Aceh Utara, banyak terdapat di sejumlah kecamatan pesisir di Aceh Utara. Seperti, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktya dan kecamatan lainnya yang berada di wilayah pesisir,” terang Ida Ramadhani.  (Ant)

Lihat juga...