Potensi Bisnis Sawit di Kaltim, Menjanjikan

Editor: Koko Triarko

Perkebunan kelapa Sawit di Kawasaan Kabupaten Penajam Paser Utara. –Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Potensi perkebunan sawit menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan di Provinsi Kalimantan Timur, dan terus didorong oleh pemerintah setempat.

Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Kaltim, Azmal Ridwan, menilai dengan potensi perkebunan kelapa sawit yang besar untuk wilayah Kaltim, seharusnya daerah yang memiliki luas area sangat luas dapat memiliki lebih dari 78 pabrik kelapa sawit.

“Memiliki pabrik kepala sawit sangat membantu dalam mewujudkan industri hilir kelapa sawit, karena kita tahu selama ini Kaltim sangat bergantung pada industri batu bara dan migas. Dengan banyak pabrik, maka berusaha untuk melepas ketergantungan itu,” terangnya, saat dihubungi, Senin (7/5/2018).

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kaltim, total luas tanaman perkebunan saat ini mencapai 1,35 juta hektare. Target pengembangan pembukaan lahan 3,269 juta hektare. Untuk sawit, luas perkebunannya sekitar 1,19 juta hektare dengan produksi 13,137 juta TBS atau setara 2.890 ton CPO.

Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, Ujang Rachmad, menargetkan pada tahun ini akan ada penambahan 20 pabrik dengan kapasitas produksi 885 ton TBS (Tandan Buah Segar) per jam.

“Rencananya, pengembangan pabrik baru itu akan berdiri di Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Paser, Penajam Paser Utara, dan Berau,” sebutnya.

Untuk diketahui, 78 pabrik kelapa sawit terdapat di enam kabupaten yang memiliki perusahaan pengolah minyak sawit, yaitu 16 pabrik di Paser, enam pabrik di Penajam Paser Utara, 28 unit di Kutai Timur, sebanyak 15 pabrik di Kutai Kartanegara, lima pabrik di Kutai Barat, dan delapan pabrik di Kabupaten Berau.

Sementara itu, harga TBS saat ini terpaut jauh dengan harga minyak sawit atau yang sering disebut CPO. Ada pun harga CPO sebesar Rp7 ribu lebih, sedangkan TBS paling tinggi hanyak Rp1.900 per kilogram.

Lihat juga...