LAMPUNG — Pascaujian sekolah, para siswa SDN 1 Pasuruan menggelar kegiatan perkemahan di lingkungan sekolah setempat, sebagai bagian dari ujian akhir ekstrakurikuler bagi siswa kelas empat, lima dan enam.
Guru Kelas, Anisa (23), mengatakan, kegiatan perkemahan pada Kamis hingga Jumat (10-11/5/2018) diselenggarakan saat hari libur, dan siswa sudah menyelesaikan ujian akhir, sehingga tidak mengganggu pelajaran.
Menurutnya, kegiatan perkemahan ujian (perkamiju) sebagai kegiatan ekstrakurikuler mengacu pada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak juknis) yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan.

“Kegiatan pramuka siaga menjadi kegiatan wajib, namun untuk perkemahan rekomendasi bagi siswa yang berhalangan diberikan sehingga ada siswa yang tidak mengikuti kegiatan ini,” terang Anisa, sebelum kegiatan Perkamiju di SDN 1 Pasuruan, Kamis (10/5/2018).
Anisa mengatakan, kegiatan perkemahan tingkat siaga juga memiliki tujuan positif. Tujuan pendidikan kemandirian yang selama ini diajarkan oleh orang tua di rumah diajarkan juga melalui lingkungan pendidikan.
Hal ini mengingat, kondisi zaman modern dengan berbagai kemudahan alat teknologi, membuat anak usia dini kurang mengenal hal-hal sederhana dalam kegiatan sehari-hari.
Selain mengajarkan kemandirian, kegiatan perkemahan juga memiliki tujuan mendidik anak menjadi sosok yang siap menghadapi lingkungan sosial.
Mengacu pada tugas pokok kegiatan Pramuka, kata Anisa, siswa dilatih melakukan kegiatan positif, menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki ketahanan mental dan fisik. Pada perkemahan usia siaga tersebut anak dilatih untuk tidak tergantung pada orang tua dan kecanggihan teknologi.
“Anak usia SD saat ini rata-rata dimudahkan di rumah untuk mandi sudah disiapkan mesin pompa tanpa menimba, masak dengan pemasak elektrik, kompor dengan gas, selama berkemah kita wajibkan memasak menggunakan tungku tanah,” beber Anisa.
Sepekan sebelumnya, para siswa sesuai barung atau kelompok menyiapkan diri dengan pembagian tugas, di antaranya membawa tikar, bumbu dapur, beras, dan peralatan memasak selama kegiatan berlangsung.
Pembagian tugas sekaligus menumbuhkan kemampuan bekerja sama dan sosialisasi sekaligus adaptasi dengan lingkungan. Kegiatan tersebut juga melatih anak-anak usia SD untuk memiliki sifat disiplin, berani dan saling menolong dalam kelompok.
Selama pelaksanaan kegiatan, siswa akan dilatih mendirikan tenda, memasak serta berbagai kecakapan pramuka. Meski mendirikan tenda, dengan kondisi cuaca yang diprediksi akan hujan, para siswa selama kegiatan perkemahan akan tidur di kelas mempergunakan tikar di kelas masing masing.
“Kegiatan memasak serta pelatihan kepanduan tetap dilakukan di luar ruangan untuk penilaian berbagai kecakapan ekstrakurikuler pramuka ini,” papar Anisa.
Hasan, salah satu orang tua siswa kelas lima, mengaku mengizinkan anaknya mengikuti kegiatan pramuka dan berkemah. Sebab, selama ini saat berada di rumah dengan kemudahan teknologi, anaknya sudah tidak lagi mengenal cara memasak menggunakan tungku dan kayu.
Hasan juga menyebut, kegiatan kepanduan justru membantu orang tua seperti dirinya, agar anak tidak manja. Dengan kegiatan pramuka, anak bisa dilatih mandiri dan siap dengan lingkungan sosial.
Hasan juga menyebut, melalui kegiatan tersebut sang anak akan dilatih untuk bisa tinggal jauh dari orang tua. Perkembangan jiwa kemandirian disebutnya akan berkembang, selain dilatih orang tua sekaligus melalui kegiatan eksternal melalui perkemahan pramuka.