Banggai Sentra Terbesar Kelapa di Sulteng

Ilustrasi -Dok: CDN

PALU – Banggai merupakan kabupaten sentra terbesar komoditas perkebunan, khususnya kelapa, di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulteng, Nahyun Biontong, menyebutkan produksi kelapa di daerah itu saat ini mencapai 48.132 kilogram.

Produksi sebanyak itu dihasilkan dari luas areal sekitar 54.000 hektare. Kemudian, menyusul Kabupaten Parigi Moutong (34.499 kg), Kabupaten Dongala (27.993 kg), dan Kabupaten Tojo Una-una (26.846 kg).

Dia mengatakan, daerah terkecil produksi kelapa adalah Kota Palu hanya 193,277 kilogram per tahun.

Secara keseluruhan, produksi dalam Provinsi Sulteng saat ini mencapai 180.310 kilogram. Produksi tersebut tersebar di 13 kabupaten dan kota.

Pemerintah pusat dan provinsi dalam tiga tahun terakhir ini kembali gencar melakukan peremajaan kelapa, untuk meningkatkan produksi komoditas perkebunan tersebut.

Namun, kata dia, karena anggarannya terbatas, program peremajaan, baik yang didanai APBN maupun APBD setiap tahunnya juga disesuaikan luas areal yang ada di masing-masing kabupaten.

“Hanya Kota Palu yang tidak masuk dalam program peremajaan kelapa dalam, karena terkendala lahan,” kata dia.

Menurut dia, program peremajaan tidak hanya diserahkan kepada pemerintah, tetapi juga harus dilakukan oleh petani sendiri.

“Petani perlu juga melakukan peremajaan sendiri. Jangan semuanya diserahkan kepada pemerintah,” katanya lagi.

Harga kelapa biji di pasaran Kota Palu saat ini Rp6.000/butir dan di tingkat petani Rp3.000/butir serta kopra di tingkat pengumpul Rp7.000/kg. (Ant)

Lihat juga...