Bab Terakhir Perang di Damaskus Ditutup dengan Kekalahan IS

Ilustrasi serangan rudal - Dok. CDN

DAMASKUS, SURIAH — Untuk pertama kali dalam tujuh tahun, Ibu Kota Suriah, Damaskus, pada Senin (21/5) diumumkan aman dan kosong dari kehadiran gerilyawan, setelah kekalahan IS di kubu terakhir mereka di sebelah selatan Damaskus.

Itu adalah prestasi yang menutup bab terakhir perang di ibu kota Suriah.

Pertempuran melawan IS telah berkecamuk lagi pada April, saat pasukan pemerintah mendesak guna menghapuskan kelompok gerilyawan tersebut dari Hajar Al-Aswad dan Kamp Yarmouk, yang berdekatan, keduanya adalah daerah terakhir yang dikuasai IS di ibu kota Suriah.

Suara serangan udara dan ledakan bom artileri yang ditujukan kepada posisi IS mewarnai pertempuran selama satu bulan, sebab bangunan di Hajar Al-Aswad dan Kamp Yarmouk sangat saling berdekatan, dan hampir mencekik permukiman di sana.

Struktur daerah itu membuat satuan infantri kesulitan untuk dengan mudah menyerbu, sehingga menjelaskan mengapa terjadi pemboman artileri dan serangan udara sengit terhadap posisi IS, demikian laporan Xinhua –yang dipantau di Jakarta, Rabu pagi.

Militer Suriah pada Senin mengumumkan seluruh Kota Damaskus dan pinggirannya aman, dengan kekalahan IS di kubu terakhir mereka di sebelah selatan Damaskus.

Di dalam satu pernyataan, militer Suriah mengatakan pentingnya prestasi itu berpangkal dari kekalahan “kelompok paling kejam” tersebut dan membuktikan militer Suriah telah menjadi lebih tangguh serta bertekad untuk menghapuskan kelompok gerilyawan itu di daerah lain Suriah.

Asap putih dan hitam masih membubung ke udara di daerah tersebut, dan aroma asap yang menyengat memasuki hidup dengan keras. Asap itu tebal dan terasa seakan-akan kabut telah menyelimuti daerah tersebut, sehingga menghambat daya pandang.

Kebakaran juga terlibat melahap beberapa rumah dan di jalan, sementara puing berserakan di mana-mana sementara bangunan hangus, atapnya telah doyong dan menyentuh tanah.

Pemandangan itu adalah bencana total di daerah tersebut, dan kelihatan sepertinya kelompok IS hadir hanya beberapa kilometer dari Damaskus.

Meskipun tentara Suriah secara resmi membantah itu, para pegiat seperti Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia mengatakan petempur IS akhirnya telah menyerah dan mengungsi ke gurun Suriah.

Pernyataan itu dibantah oleh media negara, yang mengatakan hanya perempuan, anak kecil dan orang tua diungsikan dari Hajar Al-Aswad.

Di Hajar Al-Aswad, seorang kolonel mengatakan kepada Xinhua bahwa kemenangan militer di Hajar Al-Aswad dan Kamp Yarmouk sangat penting bagi keamanan ibu kota Suriah.

“Prestasi ini, membebaskan Hajar Al-Aswad dan Kamp Yarmouk dipandang sangat besar sebab itu memulihkan kedamaian dan keamanan di Damaskus serta pinggirnya,” kata perwira tersebut.

Sementara itu, Maher Ihsan, seorang ahli politik Suriah, mengatakan kepada Xinhua bahwa pengumuman ibu kota Suriah aman memiliki kepentingan politik sebab ibu kota Suriah tersebut, yang menjadi inti kekuasaan Pemerintah Presiden Bashar al-Assad, sekarang aman dan jauh dari ancaman apa pun, bertolak-belakang dengan beberapa tahun sebelumnya, ketika ancaman gerilyawan mencapai jantung ibu kota Suriah dengan bom mortir.

“Ini berarti pemerintah berada dalam posisi kuat sekarang sebab ibu kota seluruhnya dikuasai dan ancaman gerilyawan terhadap ibu kota telah dihapus sepenuhnya,” katanya.

Kamp Yarmouk, yang berdampingan dengan Hajar Al-Aswad, kebanyakan dihuni oleh pengunsi Palestina di Damaskus. Itu adalah alasan mengapa tempat tersebut disebut “kamp”; kenyataannya ialah daerah itu mengalami “booming” sebelum krisis sebab tempat tersebut terdiri atas beberapa permukiman dan pasar yang dipenuhi orang.

Militer Suriah mengubah pusat perhatian pada Hajar Al-Aswad dan Kamp Yarmouk setelah merebut seluruh Ghouta Timur di pinggir timur Damaskus, serta bagian timur Wilayah Qalamoun di sebelah utara Damaskus, setelah gerilyawan mundur ke daerah Suriah Utara pada Mei.

IS telah kehilangan kubu utamanya pada penghujung tahun lalu, setelah militer Suriah merebut Kota Deir Az-Zour di Suriah Timur serta banyak wilayah gurun Suriah di dekat perbatasan Irak. Pasukan Demokratik Suriah (SDF), pimpinan Suku Kurdi, juga melucuti Ibu Kota de Fakto IS, Ar-Raqqah di Suriah Utara.

Sekarang, IS masih menguasai beberapa daerah di Provinsi Deir Az-Zour di Suriah Timur, terutama di desa dan tepi timur Sungai Eufrat, tempat anggota SDF kini memerangi kelompok teror tersebut.[ant]

Lihat juga...