Pengusaha Sasirangan Kalsel Terbantu Banyaknya Kegiatan Budaya

Editor: Irvan Syafari

BANJARMASIN — Gencarnya Pemerintah Daerah (Pemda) Kalimantan Selatan melakukan kegiatan budaya dan menjadi tuan rumah berbagai event skala nasional dua tahun belakangan, ternyata cukup berimbas positif bagi penjualan produk kain adat Suku Banjar sasirangan di Banjarmasin.

Salah satu pebisnis sasirangan di Banjarmasin Ahmad Iswanto mengaku, dengan banyaknya kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemda, omzet penjualan sasirangannya naik hingga 30-40 persen selama dua tahun terakhir.

“Cukup baguslah penjualan sasirangan sekarang. Bahkan untuk pembeli dari turis luar daerah maupun mancanegara kini terus meningkat tiap tahunnya, tidak lagi seperti dulu yang penjualannya di dominasi oleh warga lokal,” jelas pemilik Iwan Sasirangan tersebut dalam sebuah event budaya, Senin (9/4/2018).

Walau mengalami kenaikan penjualan, memang diakui Iwan sapaan akrabnya, tidak serta merta membuat mereka dapat membukukan keuntungan usaha yang besar. Kenaikan harga bahan baku seperti kain dan pewarna akibat menyesuaikan dengan harga dollar, membuat keuntungan mereka tergerus 5-10 persen kini.

“Menaikkan harga untuk kondisi sekarang tidaklah tepat, apalagi kini kita harus bersaing dengan sasirangan cetak. Makanya kita lebih memilih mengurangi margin keuntungan saja asal barang yang dibuat bisa rutin terjual,” tambahnya.

Tidak berbeda, pebisnis kain sasirangan lainnya Intan Wulan Sari mengaku kini penjualan kain sasirangannya mengalami kenaikan 20-30 persen satu tahun terakhir.

Bahkan dengan gencarnya Pemda melakukan promosi kain sasirangan di berbagai pameran kelas nasional, ia mengaku kini banyak kebanjiran order kain sasirangan dari luar daerah melalui bisnis daring (online).

“Apalagi kan kini banyak sekali artis Banua kita yang sukses berkarir di level nasional ikut memperkenalkan kain sasirangan. Ini tentunya menjadi promosi yang cukup jitu yang bisa membuat masyarakat luar Kalsel tertarik membeli kain sasirangan,” jelas pemilik Indiesign itu.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalsel Dodot Wahyuddin meminta Pemda ke depannya bisa makin gencar mendorong berbagai event budaya dan seremonial tingkat nasional untuk diselenggarakan di Banua (julukan Kalsel).

Dengan banyaknya event yang digelar, tentunya akan membuat turis lokal maupun mancanegara makin mengenal Kalsel. Ujungnya sektor turunan pariwisata akan ikut terdongkrak positif.

“Baik itu bisnis produk oleh-oleh, jasa transportasi, perhotelan hingga kuliner pasti akan naik omzetnya jika banyak turis yang datang ke Kalsel. Karena itulah harapan saya agar turis bisa banyak datang, selain infrastruktur pariwisatanya diperbaiki, perbanyak juga kegiatan budaya dan seremonial tingkat nasional bahkan internasional kalau perlu,” pungkasnya

Lihat juga...