26,7 Persen Penduduk Indonesia Belum Miliki Jaminan Kesehatan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA —  Menurut Data Sistem Monitoring dan Evaluasi Dewan Jaminan Sosial Nasional (Sismonev DJSN) diakses April 2019, menunjukkan dari populasi 261.819.805, jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) baru mencapai 73,3 persen.

“Masih terdapat 26,7 persen yang belum memiliki jaminan kesehatan,” kata Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono pada diskusi “Mimpi Jaminan Kesehatan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Sebelumnya pemerintah menargetkan seluruh penduduk mendapatkan jaminan kesehatan pada akhir 2019. Untuk merealisasikan, lanjut dia, pemerintah telah mewajibkan seluruh rakyat Indonesia menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Namun sayangnya kata Yusuf, kesiapan dan disparitas layanan kesehatan masih belum merata dan belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat atas akses layanan kesehatan yang bermutu.

“Di sebagian daerah banyak puskesmas yang tidak memiliki dokter. Bahkan, di beberapa daerah puskesmasnya pun tidak tersedia,” sebutnya.

Adapun jelas dia, rata-rata pertumbuhan jumlah peserta tahun 2017 yakni sekitar 0,65 persen. Dengan angka pertumbuhan ini maka diprediksi hingga akhir 2019 hanya akan mencapai 85,3 persen penduduk.

Dikatakan Yusuf, perlu adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Untuk mewujudkan merealisasikan target tersebut, memerlukan peran bersama baik dinas kesehatan, dinas pemukiman, desa, Bapeda, serta komponen masyarakat.

Solusi lainnya yakni, mengoptimalkan peran tenaga kesehatan dalam mengembangkan sistem kesehatan nasional. Universal Health Corverage (UHC) 2018 tidak hanya sebatas kuratif atau hospital nased melainkan juga seluruh upaya kesehatan. Yakni, mulai dari promotif, preventif, kuratif, rehabilitative, dan palliative health.

Upaya promosi kesehatan, menurutnya, dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian. Terutama bagi kaum dhuafa yang secara tingkat pengetahuan dan kesadaran kesehatan masih sangat rendah.

Lihat juga...