Dennis Adhiswara: Sinergi Pusbangfilm Dukung Film Indonesia

Editor: Satmoko

JAKARTA – Dennis Adhiswara termasuk multitalenta. Ia pengusaha, aktor, produser, dan sekaligus juga sutradara film. Tahun 2012, ia menjabat sebagai penggagas dan CEO dari Layaria, sebuah multi channel network berbasis video online. Ia juga aktif sebagai pembicara, juri festival film dan dosen.

Namanya melambung berkat aktingnya sebagai Mamet dalam film ‘Ada Apa dengan Cinta?’ tahun 2001 yang sukses besar dalam pemasaran. Film produksi Miles Productions ini ditonton lebih dari satu juta penonton. Menurut data dari filmindonesia.or.id, dalam tiga hari pertama di Jakarta, film ini meraih 62.217 penonton. Film ini menjadi salah satu film sebagai penanda bangkitnya film Indonesia.

Di mata Dennis, selain faktor penonton, sutradara, produser dan lainnya, sinergi sejumlah elemen yang peduli film seperti Pusat Pengembangan Film (Pusbangfilm) di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ikut memberi ruang bagi film Indonesia berkembang semakin baik.

“Sebenarnya Pusbangfilm memang sangat mendukung perkembangan film Indonesia,“ kata Dennis Adhiswara, Sekjen Pengurus Besar Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56, kepada wartawan di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

Lelaki kelahiran Malang, 14 September 1982 itu menyebut, acara yang turut didukung oleh Pusbangfilm misalnya saja acara Temu Komunitas Film Indonesia (TKFI) tahun 2016 di Baturraden, Jawa Tengah. Sekitar 300 lebih pegiat film datang dan berkumpul mengikuti berbagai acara seperti di antaranya, layar tancap, kelas film, forum pendanaan, dan presentasi tentang film Indonesia.

“Ada juga forum-forum diskusi informal, yang diadakan para tamu dan peserta di antara kegiatan-kegiatan yang dijadwalkan panitia,“ ungkapnya.

TKFI 2016 diselenggarakan oleh CLC Purbalingga, Jaringan Kerja Film Banyumas, Cinema Poetica, Boemboe, Serunya, dan Viddsee. Turut terlibat Pusbangfilm Kemdikbud sebagai mitra kerja, sebagai upaya untuk mengkoordinasikan kerja-kerja komunitas film selama ini dan yang akan datang dengan rencana pengembangan perfilman nasional.

“TKFI 2016 merupakan lanjutan dari Kongres Kegiatan Perfilman Nasional Berbasis Komunitas, yang berlangsung tahun 2010 di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, “ bebernya.

Dennis menyampaikan, bahwa tahun ini Temu Komunitas Film Indonesia digelar di Sukabumi.

“Istimewanya pada tahun ini, TKFI menyelenggarakan Kelas Khusus Pelajar dan Guru SMA/SMK se-Sukabumi, yang menekankan pemahaman pelajar SMA/SMK se-Sukabumi perihal pembuatan film,“ paparnya.

TKFI 2018 membuka pintu selebar-lebarnya bagi kawan-kawan semua yang berminat dalam dunia perfilman untuk kelompok maupun komunitas film se-Nusantara. Juga terbuka bagi individu-individu yang memang benar-benar berminat dan aktif berkegiatan melalui film.

“TKFI menjadi bukti bahwa Pusbangfilm memang sangat mendukung perkembangan film Indonesia,“ tandasnya.

Lihat juga...