TNI Tempatkan Anggota di Kawasan Rawan Karhutla
MEULABOH – Kodim 0105/ Aceh Barat, Provinsi Aceh menempatkan personel di kawasan yang sudah dipetakan rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Anggota TNI nantinya akan melakukan patroli secara rutin di kawasan rawan tersebut.
Komandan Kodim 0105/ Aceh Barat, Letkol Inf Herry Riana Sukma mengatakan, penempatan anggota untuk mengurangi minat masyarakat melakukan pembukaan hutan. “Kemungkinan di lahan-lahan rawan terbakar akan kami tempatkan anggota dan ada patroli di sana, sehingga bisa mengurangi keinginan masyarakat membakar lahan. Fakta dari Karhutla yang lalu, 80 persen akibat dibakar,” katanya di Meulaboh, Jumat (9/2/2018).
Rencana penempatan anggota dan patroli tersebut untuk menindak lanjuti perintah komando. Perintah merupakan hasil menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2018, di Istana Negara, Jakarta pada, Selasa (6/2/2018).
Pada Rakornas Karhutla tersebut, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), saat memberi pengarahan, mengancam akan mencopot pangdam dan kapolda yang di wilayahnya terjadi Karhutla, namun tidak bisa tanggulangi dengan cepat.
Dandim Herry menyebut, dari Provinsi Aceh ada empat dandim dan empat kapolres yang ikut diundang ke Istana Negara, yakni dari Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya dan Singkil. Keempatnya dinyatakan rawan karhutla karena banyak lahan bergambut. “Kalau ada yang mencoba lakukan, maka akan ditindak, kami bersama kepolisian Aceh Barat akan meningkatkan pengawasan, terutama pada kawasan yang sudah dipetakan rawan karhutla saat suasana musim panas seperti ini,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikannya, data secara nasional menunjukkan tingkat kasus Karhutla dari 2013 hingga 2017 mengalami penurunan drastis di Indonesia. Akan tetapi berbeda dengan di Aceh Barat, justru pada 2017 terjadi peningkatan.
Dandim Herry menyebut, kondisi tersebut menjadi tantangan pihaknya sebagai aparat untuk bisa menekan dan mencegah terjadinya karhutla selama 2018. TNI-AD akan bekerja lebih kuat bersama BPBD, kepolisian, pihak desa dalam upaya mencegah karhutla terulang tahun ini.
Akan tetapi upaya yang sangat penting dilakukan saat ini adalah, terus memberikan penyadaran kepada warga di kawasan tertentu yang masuk dalam zona rawan karhutla. Di Aceh Barat memiliki bayak lahan gambut yang mudah terbakar. “Kita mengimbau, dalam membuka lahan jangan dibakar, karena fakta dilapangan dari karhutla lalu, hampir 80 persen akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar, setelah dibakar tidak terkendali sehingga merembet ke lahan lainya,” pungkasnya. (Ant)