Pedagang Pantai Ngeden Butuh Pelatihan dan Bantuan Modal
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Penetapan desa Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul sebagai Desa Mandiri Lestari tak hanya mendapatkan sambutan positif dari perangkat desa maupun pengurus unit kegiatan desa setempat. Namun, juga oleh warga masyarakat desa Krambilsawit.
Saryati, warga dusun Dalo, Krambilsawit, mengaku bersyukur desanya mendapatkan perhatian dari Yayasan Damandiri, hingga ditetapkan sebagai Desa Mandiri Lestari. Terlebih dengan adanya program pemberdayaan melalui pelatihan dan pemberian modal usaha lewat Kredit Tabur Puja.
Ia juga mengaku antusias memanfaatkan sejumlah program tersebut, guna mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian keluarganya. Wanita yang berjualan di sekitar Pantai Ngeden ini mengaku ingin meminjam modal usaha untuk mengembangkan warungnya.
“Selama ini saya mengembangkan warung secara swadaya. Semua dengan modal sendiri. Kalau nanti ada pinjaman dengan bunga ringan, tentu saya ingin memanfaatkan. Karena masih ingin menambah dagangan, sehingga butuh rak etalase, dan sebagainya,” katanya.
Saryati yang aktif dalam kegiatan ibu-ibu PKK ini juga berharap mendapatkan pelatihan usaha, khususnya dalam mengolah hasil alam seperti ikan dan rumput laut. Ia selama ini sudah berupaya mengolah hasil alam tersebut menjadi produk olahan, namun sulit berkembang karena keterbatasan pengetahuan dan modal.
“Sebenarnya kita sudah punya produk olahan ikan, yakni abon ikan tuna dan rempeyek rumput laut. Namun, pemasaranya masih sebatas di sini saja, karena kekurangan modal. Kalau ada pelatihan usaha tentu saya sangat senang,” ujarnya.
Baca: Desa Mandiri Lestari Diharap Mampu Kembangkan Wisata Pantai Ngeden
Di sekitar Pantai Ngeden, saat ini terdapat tujuh warga yang mencari penghasilan dengan berdagang. Namun, mereka masih berjualan secara tradisional, tanpa memilii basic pemahaman pengelolaan wisata maupun bisnis, sehingga usaha mereka sulit berkembang.
“Tentu kita ingin bisa lebih maju. Namun, kita tidak tahu caranya. Karena selama ini kita juga belum pernah mendapatkan pelatihan,” tuturnya.