Kue Talam Bulan Nusantara, Adanya di Sumbar
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Berbeda daerah, berbeda pula pemberian sebuah nama untuk suatu benda. Begitu juga untuk kue nusantara satu ini, yakni kue talam bulan. Kue ini dibuat dari tepung, santan kelapa, dan juga daun pandan sebagi pewangi dan pewarna.
Nah, berbicara sebutan sebuah nama, ada yang menyebutkan bahwa kue talam bulan ini adalah kue parem, kue lumpang pandan hijau, dan kue nona manis.
Berbeda nama ini tidak hanya dari sebutannya, tapi juga dari tampilan serta dari rasa. Kue parem ini tidak memiliki rasa manis yang terlalu menonjol, sebab campuran isi putih yang terdapat pada kue parem itu, terbuat dari santan murni tanpa garam dan gula, sehingga rasa khas santan sangat terasa.

Lalu, bagiamana ya untuk membuat kue parem ini. Di Sumatera Barat kue-kue tradasional yang dihasilkan oleh masyarakat pada umumnya tidak menggunakan bahan pengawet. Akan tetapi menggunakan bumbu-bumbu alami, seperti tepung beras, santan kelapa, dan daun pandan sebagai pewarna da pewangi dari kuenya.
Cara membuatnya juga cukup mudah, yakni hal yang perlu dilakukan ialah mengaduk tepung dan dicampur air pandan hijau hingga nantinya adukan itu berbentuk kental dan mengeras.
Seperti yang dijelaskan oleh Gita, seorang pegawai di Kabupaten Pesisir Selatan, yang juga gemar memasak itu, mengatakan, membuat kue parem hal yang perlu diperhatikan ialah santan kelapannya. Karena kue parem mampu bertahan hingga sore hari, jika telah memasuki malam hari, maka tidak bisa dimakan lagi, sebab santan kelapanya telah mengeluarkan rasa basi.
Menurutnya cetakan yang digunakan sama dengan menggunakan cetakan dari kue mangkuak (mangkuk). Hanya saja proses waktu memasakannya terbilang cukup lama. Hal ini dikarenakan, bumbu yang digunakan kue parem ini seperti tepung dan santan butuh menunggu rasa yang matang, agar nikmat untuk dimakan.
Ia menjelaskan kue parem merupakan salah satu kue yang cukup banyak dibuat, terutama di daerahnya yakni di Pesisir Selatan. Hanya saja di daerahnya itu tidaklah dijual, melainkan sebagai hidangan cemilan di rumah saja.
Akan tetapi, untuk di kota besar seperti Kota Padang, kue parem bisa ditemui di toko-toko kue. Harganyapun terbilang cukup terjangkau yakni Rp7.000 per kotaknya dengan isi enam buah.
Mengingat kue parem hanya mampu bertahan hingga sore saja, bagi pengusaha yang menjual hanya memproduksi untuk pelanggan yang selama ini suka .
Namun kini, kue parem sepertnya tidak begitu diminati oleh masyarakat, mengingat rasa parem yang terbilang asri dan tradisional, sehingga bagi anak-anak ‘jaman now’, rasa yang demikian kurang diminati.