Belum Normal, Produsen Teri Lamsel Terpaksa Datangkan Pasokan dari Luar
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Pasokan bahan baku pembuatan teri dan ikan asin rebus yang belum normal di wilayah pantai pesisir Lampung Selatan membuat produsen masih mengandalkan hasil tangkapan dari luar wilayah.
Menurut Umar (40) salah satu pekerja pembuatan teri dan ikan asin rebus, bahan baku ikan mulai kembali normal sejak dua pekan terakhir. Sebelumnya kondisi cuaca gelombang dan angin kencang membuat nelayan enggan melaut berimbas pasokan berkurang.
Sejak sepekan terakhir bahan baku dibeli dari nelayan di pelabuhan ikan Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur. Harga per keranjang ikan teri yang biasanya Rp160.000 dengan berat 15 kilogram meningkat menjadi Rp200.000. Sementara ikan tanjan dan selar bahan ikan asin rebus yang biasanya Rp150.000 per keranjang naik menjadi Rp180.000.
“Kenaikan harga masih wajar yang penting bahan baku masih tersedia,” terang Umar saat ditemui Cendana News di Dusun Pegantungan Desa Bakauheni, Minggu (11/2/2018)
Menurut Umar, pasokan bahan baku tergantung dengan kondisi cuaca. Pada kondisi normal sejumlah nelayan bagan congkel bisa mendapatkan 50 hingga 100 keranjang. Dalam kondisi minim tangkapan hasil 30 keranjang sudah cukup banyak.
Selain pasokan yang mulai membaik cuaca panas ikut mendukung produksi teri dan ikan rebus.
“Selain waktu penjemuran cukup lama normalnya satu hari kering saat mendung atau hujan bisa empat hari proses penjemurannya,” terang Umar.
Pembuat teri dan ikan asin rebus lain bernama Ajak (40) menyebut selain mendatangkan dari Lampung Timur pasokan ikan juga didatangkan dari wilayah Kalianda.
Pasokan tersebut merupakan hasil tangkapan nelayan bagan di wilayah perairan tersebut yang sebagian dibeli oleh pembuat ikan teri skala kecil di wilayah tersebut dengan tanpa melalui proses perebusan.
“Pembuat ikan asin skala kecil biasanya dibuat menjadi ikan teri tawar tanpa perebusan sementara pembuat ikan teri asin harus dibuat dengan proses perebusan,” terang Ajak.

Hasil ikan teri kering yang sudah dikemas dijual dengan harga Rp45.000 per kilogram dan mulai naik menjadi Rp55.000. Sementara ikan asin rebus semula dijual Rp30.000 kini menjadi Rp40.000 per kilogram dan jenis ikan teri tawar yang dibuat secara tradisional semula seharga Rp70.000 per kilogram naik menjadi Rp80.000 per kilogram.