Usia 76, Sumiati Produktif Kelola Kebun Sayur
YOGYAKARTA – Usia senja tak bisa menghalangi seseorang untuk terus aktif dan produktif.
Itulah yang dibuktikan Sumiati Legowo (76) warga RT 50 RW 11 kampung Purbonegaran, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta.
Meski telah berusia lebih dari tiga per empat abad, nenek 5 cucu ini membuktikan dirinya masih tetap berdaya. Tidak saja bagi dirinya dan keluarganya, namun juga bagi lingkungan kampung sekitarnya.
Adalah Posdaya Purbadaya RW 11 Terban, yang membuat nenek Sumiati mampu tetap berdaya di usia tua. Sebagai lansia yang lebih banyak berada di rumah, nenek Sumiati aktif mengelola kebun sayur dan toga di pekarangan sempit rumahnya.
Berbagai jenis tanaman mulai dari bumbu masak seperti kencur, jahe, salam, laos, seledri, tanaman toga seperti temu lawak, kunir putih, suruh merah, hingga berbagai sayuran mulai dari cabai, bayam, kelor, loncang, hingga stroberi ada di kebun pekarangan miliknya, seluas 60 meter persegi.
“Karena sudah tua dan sering sakit-sakitan, sekarang saya tidak bisa pergi ke pasar sendiri. Saya lalu coba-coba menanam sendiri kebutuhan sayur dan bumbu di pekarangan. Biar kalau mau masak bisa langsung petik sendiri, tidak perlu ke pasar,” katanya.
Selain mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, dari hasil kebun ini nenek Sumiati pun ternyata juga bisa memproduksi obat herbal untuk sejumlah penyakit yang dideritanya. Tak jarang sejumlah warga lainnya juga ikut memanfaatkan tanaman toga di kebun Sumiati untuk obat herbal seperti rematik, asam urat, darah tinggi, kolesterol, dan sebagainya.
“Kalau warga yang butuh biasaya saya suruh ambil. Tapi ada juga yang ingin membeli bibitnya. Dari situ saya bisa dapat penghasilan. Ya lumayan, buat tambah-tambah,” ujarnya.
Lewat Posdaya Purbadaya yang ada di Kampungnya, Sumiati pun juga kerap mendapat pelatihan maupun pendampingan bagaimana mengelola kebun sayur dan toga. Ia juga kerap mendapat bantuan bibit tanaman untuk kemudian ia pelihara dan dibudidayakan.
“Pupuk tanaman juga saya buat sendiri dari kotoran ayam yang dibuat kompos. Kebetulan saya juga pelihara ayam di sebelah,” katanya.
Berkat upaya yang telah dilakukan itu, kebun sayur dan toga milik Sumiati pun kerap dikunjungi warga dari berbagai daerah. Termasuk apabila Posdaya Purbadaya menggelar kegiatan di kampung. Kebun sayur dan toga Sumiati menjadi salah satu contoh tempat pemberdayaan sekaligus pemanfaatan lahan pekarangan sempit di tengah pusat kota Yogyakarta.
“Sampai sekarang semua masih saya urus sendiri. Kadang hanya dibantu anak saya. Semoga kebun ini bisa memberikan manfaat, setidaknya bagi keluarga saya sendiri dan tetangga,” katanya.
