SOLO — Awal 2018 yang diiringi dengan musim penghujan, menjadi prioritas bagi masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggalakkkan tim jumantik untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) ke berbagai perkampungan.
Hal inilah yang rutin dilakukan Tim Jumantik Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menyusul kian tingginya intensitas hujan di bulan Januari tahun ini. Tim Jumantik yang beranggotakan ibu-ibu ini kian intensif melakukan sosialisasi pentingnya pola hidup bersih dan sehat.
“Terutama untuk tampungan air bagi rumah tangga, baik itu kamar mandi atau tempat air menggenang kita sarankan sering-sering dikuras. Langkah ini sebagai pemeberantasan sarang nyamuk,” ungkap Siti Zulaikhah, kepada Cendana News, Jumat (5/1/2018).
Ketua Tim Jumantik Desa Waru ini menjelaskan, hampir setiap hari pihaknya turun ke warga untuk memberikan pemahaman kepada warga akan pentingnya antisipasi terhadap sarang nyamuk. Dengan melihat langsung tempat penampungan warga, pihaknya dapat memastikan jika antisipasi terhadap penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk dapat berlangsung dengan maksimal.
“Kita teliti dengan menggunakan senter. Jika ditemukan adanya jentik-jentik nyamuk, kita sarankan untuk langsung dikuras. Minimal, warga bisa menerapkan 3 m, yakni menutup, menguras, dan mengubur barang-barang yang sudah tidak dipakai,” jelasnya.
Antispasi penyakit demam berdarah (DB) maupun DBD, warga diimbau untuk rutin menguras bak mandi atau tampungan air tiga kali dalam seminggu. Langkah ini dapat mengurangi perkembangbiakan nyamuk yang sudah menjadi jentik-jentik.
Menurut Siti, sepanjang 2017, di Desa Waru tidak ada warga terserang penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk, baik DB maupun DBD. Hal ini tak lepas dari kerja keras tim jumantik yang selalu turun ke warga untuk mensosialisasikan pentingnya antisipasi dini terhadap jentik-jentik nyamuk.
“Tim jumantik juga rutin sosialisasi setiap pertemuan di tingkat rukun tangga (RT). Pesan yang ditekankan, agar menjaga pola kebersihan warga,” tambahnya.
Salah satu warga Waru, Yani, menyatakan, selama ini dirinya telah berusaha menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selama ini, warga juga dilibatkan untuk pemberantasan sarang nyamuk, sebagai antisipasi penyakit demam berdarah.
“Tidak hanya saat pertemuan tim jumantik, warga juga dilibatkan untuk aksi pemberantasan sarang nyamuk. Terutama di rumahnya masing-masing,” katanya.