Tiga Pemain PSS Sleman Dicoret

SLEMAN – Seiring berakhirnya turnamen pramusim bertajuk ‘Copa Sleman’ pelatih kepala PSS Sleman, Herry Kiswanto, mengevaluasi performa tujuh pemain yang diseleksi. Hasilnya, tiga dari tujuh pemain itu resmi dicoret.

Ketiga pemain yang gagal meyakinkan eks pelatih Persela Lamongan adalah Taji Prasetio yang tercatat sebagai pemain PSS musim 2014. Kemudian Gufroni Al Ma’ruf, mantan pemain Persigres Gresik United musim lalu, dan terakhir Choirul Hidayat.

Sedangkan empat pemain yang masih bertahan adalah Bima Reksa (eks Persiba Balikpapan) dan Abdul Aziz (pemain pinjaman dari Persebaya Surabaya). Pemain terakhir masih dipertimbangkan kembali dan diberikan kesempatan untuk menjalani uji coba di klub berlambang candi ini.

Pemain lainnya, Rizky Arya, yang pernah berkiprah di Sriwijaya FC U-19 dan Timnas U-16 ini mendapatkan tiket dari Herkis untuk menapaki musim ini bersama skuad Super Elang Jawa. Ia akan menjadi amunisi di posisi kiper bersama Ega Rizky Permana yang lebih dulu dikontrak manajemen PSS.

Rekomendasi juga diberikan kepada Irkham Zahrul Mila, pemain yang pernah berkiprah di Persibas Banyumas dan Persis Solo.

“Kami langsung melakukan evaluasi terhadap pemain. Pemain trial yang kami nilai cocok dengan karakter pemain yang dicari, langsung kami rekomendasikan kepada manajemen untuk ditindaklanjuti,” kata Herkis, Senin (22/1/2018).

Dengan berkurangnya tiga pemain pascaCopa Sleman, tim kebanggaan Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania kini memiliki 18 pemain. Namun, jumlah itu dirasa belum cukup untuk menghadapi kompetisi musim 2018. Herkis memastikan masih butuh tambahan pemain guna menambah kekuatan.

Herkis menyebut, ia butuh pemain yang cocok dengan kriteria kepelatihannya. Di sisi lain, ia mengaku tidak ada waktu lagi untuk melakukan seleksi pemain. “Kami ingin pemain yang sudah jadi dan sesuai kriteria. Waktunya sangat mepet, pengkondisian pemain juga belum maksimal karena ada copa,” paparnya.

Ia menambahkan, skuat asuhannya masih butuh tambahan play maker yang bisa mengatur ritme permainan tim. Pemain tersebut harus memiliki jiwa kemimpinan. “Kami juga masih butuh gelandang yang punya daya dobrak pertahanan tim, ini yang belum kami temukan,” tambahnya.

Lihat juga...