Peternak Sapi Bantul Siasati Mahalnya Pakan Konsentrat

YOGYAKARTA – Pemberian kosentrat sebagai pakan sapi seolah menjadi syarat bagi para peternak jika ingin ternaknya tumbuh optimal. Selain memiliki kandungan karboidrat dan protein yang tinggi, konsentrat juga dibutuhkan karena sangat baik dalam mendukung proses pembentukan daging, dan akan merangsang serta meningkatkan jumlah pertumbuhan mikroba, sehingga sumber pakan serat  kasar akan lebih cepat dicerna. 

Sayangnya, mahalnya harga konsentrat saat ini, mengakibatkan tidak semua peternak mampu membeli pakan tambahan ini. Khususnya para peternak tradisional yang memelihara ternak sekedar sebagai pekerjaan sambilan. Mereka biasanya enggan membeli konsentrat dengan harga mahal dan memilih menggantinya dengan membuat campuran pakan sendiri dengan harga yang lebih terjangkau.

Seperti halnya dilakukan seorang peternak di Dusun Sawo, Sumberagung, Jetis, Bantul, Wakijo. Peternak satu ini punya cara tersendiri mengakali mahalnya harga pakan sapi berupa konsentrat. Yakni, dengan memberikan makanan dari bermacam buah-buahan yang dicampur dengan cairan molase atau tetes tebu. Makanan tambahan ini diklaim memiliki kadar protein dan karbohidrat yang cukup, sehingga bisa menggantikan konsentrat.

“Kalau mau beli konsentrat, peternak seperti saya jelas tidak kuat. Sekarang harganya satu kantong bisa mencapai Rp150 ribu. Padahal, dulu hanya Rp90 ribu. Itu pun hanya cukup untuk 1-2 bulan. Makanya saya lebih memilih memberikan pakan tambahan sendiri,” ujarnya, Senin (22/01/2018).

Wakijo mengaku biasa membuat makanan tambahan dari campuran buah-buahan yang banyak terdapat di dusunnya, seperti pepaya, sukun, hingga bunga pisang, yang ia campur dengan molase atau tetes tebu. Molase inilah yang dikatakan bisa memicu tumbuhnya mikroorganisme yang mampu mempercepat proses pencernaan pakan.

Selain memberikan pakan tambahan, Wakijo juga mengaku tetap memberikan makanan hijauan seperti biasanya, yakni rumput dan jerami padi. Setiap hari ia memberikan dua sampai-tiga karung hijauan untuk setiap sapinya. Selain itu, ia juga rutin memberikan minuman komboran berupa campuran dedak dan air garam untuk sapinya.

“Memang jika diberi konsentrat, pertumbuhan sapi akan lebih cepat. Namun, paling tidak dengan pemberian pakan tambahan ini, sapi bisa tetap tumbuh baik. Dan, yang terpenting lebih hemat,” katanya.

Lihat juga...