MATARAM – Guna pemeriksaan kesehatan para bakal paslon kepala daerah pada Pemilukada serentak 2018 di NTB, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTB, mempersiapkan puluhan dokter medis, baik dokter umum maupun dokter spesialis.
“Kalau untuk pemeriksaan bakal paslon, IDI telah mempersiapkan 26 dokter medis, masing-masing 16 dokter spesialis dan sisanya psikiatrik dan psikolog yang akan memeriksa kesehatan mental bakal paslon”, kata Ketua IDI NTB, Komang Gerudung, di Mataram, Senin (8/1/2018).
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan nantinya akan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu, pemeriksaan fisik berupa jantung, paru-paru, syaraf, mata dan beberapa jenis fisik lain. Kemudian pemeriksaan psikiatrik, psikologis dan pemeriksaan bebas narkoba oleh BNN NTB.
Dikatakan, dalam periksaan kesehatan bakal paslon sudah ada standar, hasil pemeriksaan dikeluarkan tim dokter nantinya, bukan persoalan sehat tidak sehat, tapi bakal paslon mampu tidak melaksanakan tugas selama lima tahun.
“Kalau surat keterangan pemeriksaan dari dokter biasanya berlaku selama dua minggu, tapi karena ini lima tahun, maka berarti pemeriksaannya komplit dan detail”, katanya.
Makanya tempat pemeriksaan harus rumah sakit tipe A atau tipe B, ada ketentuan, batasan dan punya standar masing-masing. Contoh saja untuk jantung akan dilakukan tritmil ada ukuran pencarian, demikian juga dengan paru-paru, jadi ada kriteria tertentu.
Dijelaskan, dari sisi fasilitas dan peralatan pemeriksaan kesehatan bakal paslon sendiri, RSUD NTB sudah lengkap dan siap, karena memang sudah beberapa kali Pilkada, RSUD NTB menjadi tempat pemeriksaan kesehatan bakal paslon.
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB, Imam Margono, mengaku pihaknya siap melakukan pemeriksaan terhadap semua bakal paslon.
“Kalau kita siap melakukan pemeriksaan kapan pun, dan kalau nanti ada yang positif kita rehab dan menjalani rawat inap atau rawat jalan, tergantung hasil pemeriksaan, dengan model tesnya sama seperti yang lain, saat kencing kita tunggu”, katanya.