Kerapatan Adat Nagari Minangkabau Dukung Tabur Puja

SOLOK — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Pemerintah Nagari Jawi-Jawi di Jorong Balai Oli, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat turut berperan dalam keberlangsungan Tabur Puja. 

Melalui kepemimpinan Walinagari Jawi-Jawi Guguak, Laswir ML Putieh, Tabur Puja diberi tempat dalam upaya membantu kondisi perekonomian masyarakat setempat, melalui pinjaman modal usaha.

Tempat layak yang diberikan itu adalah sebuah tempat yang sangat istimewa, yakni Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN). Di Minangkabau, KAN memiliki peran dalam membuat keputusan-keputusan menjadi pedoman bagi Kepala Desa dalam menjalankan roda Pemerintahan Desa dan wajib ditaati oleh seluruh masyarakat negari. Serta bagi aparat pemerintahan juga berkewajiban membantu menegakkan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

Walinagari Jawi-Jawi Guguak, Laswir ML Putieh. -Foto: M. Noli Hendra

Walinagari Jawi-Jawi Guguak, Laswir ML Putieh, mengatakan awal adanya Tabur Puja di Jawi-Jawi Guguak merupakan keinginan dirinya untuk menghilangkan keresahan masyarakat dengan adanya rintenir dan hal serupa yang dinilai telah banyak merugikan masyarakat setempat.

“Sebelumnya pada 2016, Tabur Puja Solok datang bersosialisasi di daerah ini. Dari sana saya mulai berpikir, bahwa Tabur Puja adalah suatu solusi dari permasalahan yang dialami masyarakat soal membutuhkan modal usaha,” katanya, Senin (8/1/2018).

Menurutnya, dengan adanya sistem tabungan renteng dan bunga pinjaman yang rendah, tidak akan memberatkan masyarakat. Karenanya, ia bersama pemuka adat menginginkan adanya Tabur Puja.

Baca: Petani Bawang Merah di Sumbar Berharap Bantuan Tabur Puja

Bahkan, sebagai bentuk dukungan adanya Tabur Puja di Jorong Balai Oli itu, dipersilakan memanfaatkan Kantor KAN yang berada berseberangan halaman dari Kantor Walinagari Jawi-Jawi Guguak. Kantor KAN yang memiliki peran sebuah tempat musyawarahnya pemuka adat bersama masyarakat itu, menjadi saksi keberlangsungan perekonomian masyarakat di Jawi-Jawi Guguak.

“Dengan adanya Tabur Puja ini, terlihat adanya perbaikan kondisi perekonomian masyarakat. Seperti dulu para ibu tidak memiliki usaha, sekarang dengan adanya Tabur Puja, telah turun membantu membuat usaha baru, sehingga memberikan penghasilan keluarga,” ucapnya.

Apalagi, kini dampak yang terlihat ialah mengubah pola pikir masyarakat untuk meminjam uang ke toke. Karena selama ini, di saat masyarakat petani tengah dalam kondisi minim uang, kebiasaannya meminjam uang ke toke. Akibatnya, bila tiba masa panen, hasil panennya nyaris habis untuk membayar hutang ke toke.

Sementara terkait jumlah penduduk di Nagari Jawi-Jawi Guguak, ada sekira 3.500 penduduk yang terdiri dari empat jorong, yakni Jorong Balai Oli, Jorong Pakan Jumat, Jorong Pinang Sinawa, dan Jorong Tangah Ladang.

Penikmat Tabur Puja di Nagari Jawi-Jawi Guguak saat ini mencapai 95 orang. Berdasarkan keterangan dari Administrasi Tabur Puja, Selvi Delvita, 95 orang penikmat Tabur Puja di daerahnya kebanyakan merupakan usaha rumahan, berdagang, dan petani.

“Di sini yang paling banyak itu bertani padi. Jadi, ibu-ibunya setelah pulang dari sawah, langsung melanjutkan usaha rumahannya. Jadi, sepertinya ekonomi masyarakat semakin membaik,” tegasnya.

Suasana pelayanan hari kas Tabur Puja yang berbada di dalam Kantor KAN di Jorong Balai Oli, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Ruangan merupakan tempat bermusyawarah para pemuka adat bersama masyarakat. -Foto: M. Noli Hendra

Apalagi, dengan adanya dukungan penuh dari Pemerintah Nagari, dinilainya sebuah motivasi Tabur Puja untuk bergerak memberikan uluran tangan dalam soal memudahkan dalam pinjaman modal usaha.

“Dengan adanya Kantor KAN ini, sungguh sebuah tempat yang nyaman. Apalagi, ada tiga ruangan yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Lihat juga...