Kementan: Tiap Tahun Indonesia Surplus Beras

YOGYAKARTA – – – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, Muhammad Syakir, mengatakan, program upaya khusus atau upsus yang telah dilakukan pemerintah sejak beberapa waktu terakhir terbukti mampu membuat Indonesia mencapai surplus beras. 

Ia mengklaim, sejak tiga tahun terakhir pemerintah Jokowi-JK berjalan, Indonesia selalu mencapai surplus beras setiap tahun, sehingga tidak pernah lagi melakukan impor beras konsumsi dari luar negri. Hal itu dapat dicapai karena berbagai upaya yang dilakukan, baik melalui upaya penerapan inovasi teknologi pertanian maupun pemberian bantuan alat pertanian dan sebagainya.

“Kita buktikan sejak tiga tahun pemerintahan Pak Jokowi, tidak pernah ada impor beras konsumsi, termasuk juga jagung, bawang merah, cabai. Itu karena setiap saat kita selalu bisa tanam, bisa panen. Sehingga hasil produksi terus ada. Tidak ada lagi musim paceklik,” katanya, saat melakukan panen raya padi di Bulak Samben Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, Senin (8/1/2018).

Menurut Syakir, dengan total produksi padi mencapai sekitar 79 ton gabah kering giling per tahun, secara nasional Indonesia saat ini memiliki surplus sekitar 10 juta ton beras per tahun. Jumlah itu dihitung dari total produksi beras mencapai sekitar 40 juta ton dengan kebutuhan sebanyak 30 juta ton per tahun.

“Setiap tahun kita surplus 10 juta ton beras. Surplus itu disimpan baik di Bulog, di perusahaan penggilingan padi skala besar, petani, maupun masyarakat. Jadi, tidak menumpuk di satu tempat. Tetapi, menyebar,” katanya.

Dengan program upsus, katanya, luas area tanam padi secara nasional di Indonesia juga telah bertambah sebanyak 1,1 juta hektare pada Desember 2017.

Adanya upaya penerapan inovasi teknologi pertanian, seperti penggunaan bibit unggul maupun sistem tanam jajar legowo, hingga pemberian alat mesin pertanian seperti traktor, alat tanam maupun alat panen juga berkontribusi meningkatkan indeks pertanaman di setiap hamparan.

“Untuk bulan Januari ini saja sejumlah daerah sudah mencapai surplus. Seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY. Padahal, bulan-bulan seperti Desember-Januari biasanya merupakan masa kritis. Karena itu, ini harus terus kita jaga,” ungkapnya.

Lihat juga...