OP Belum Turunkan Harga Beras di Sultra

KENDARI – Operasi pasar (OP) beras medium yang dilakukan oleh pemerintah bersama Perum Bulog di Sulawesi Tenggara (Sultra), belum menurunkan harga beras di daerah itu.

Pantauan pada sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari, Minggu (28/1/2018), harga beras medium masih berada di kisaran Rp10.000 sampai Rp11.000 per kilogram. Harga tersebut masih jauh berada di atas dari harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp9.450 per kilogram dan harga jual Bulog pada operasi pasar yakni Rp9.350 per kilogram.

Pedagang beras di pasar Baruga Ruhaya (43) mengatakan, harga beras belum turun selama ia mendengar ada operasi pasar. “Biasanya, harga beras akan turun ketika ada panen raya, karena banyak beras yang didatangkan dari petani lokal Sultra,” katanya.

Sedangkan beras yang dijualnya saat ini kebanyakan didatangkan dari Sulawesi Selatan. Sementara harga dari luar daerah sudah tinggi, sehingga harga eceran menjadi lebih tinggi dibandingkan HET.

Pedagang beras lainnya, Sapri (47)  mengaku, mulai membatasi pembelian beras dari luar Sultra. Mahalnya harga beli membuatnya takut jika tiba-tiba harga beras turun. “Rugi kita kalau sudah beli beras banyak, tiba-tiba harga beras turun karena panen, tidak mungkin kita mau tetap jual dengan harga tinggi pasti tidak ada yang beli,” katanya.

Sebelumnya, Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra menyebut, harga beras di pasaran merangkak naik karena belum adanya panen padi di kalangan petani lokal Sultra. (Baca: https://www.cendananews.com/2018/01/petani-belum-panen-harga-beras-di-sultra-masih-naik.html) (Ant).

Lihat juga...