Jumlah Kunjungan Wisman di Sumbar Menurun

PADANG — Badan Pusat Statistik Sumatera Barat, menyatakan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Pelabuhan Teluk Bayur pada November 2017 mencapai 4.622 orang. Angka ini menurun sebesar 4,23 persen dibanding bulan Oktober 2017 yang tercatat 4.826 orang. 

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian, mengatakan, bahwa turunnya jumlah wisman pada November 2017 tidak hanya dialami oleh Sumbar. Tapi, memang secara nasional mengalami penurunan jumlah kunjungan wisman.

“Secara nasional, pada November 2017 turun 8,42 persen. Kondisi itu turut berdampak kepada wisman ke Sumbar,” katanya, Rabu (3/1/2018).

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Oni Yulfian. -Foto: M. Noli Hendra

Supaya jumlah wisman bisa melebihi angka terget, Dispar Sumbar akan melakukan beberapa langkah, yakni melakukan pembicaraan dengan maskapai yang memiliki rute penerbangan internasional langsung ke Sumbar terkait promosi.

Oni juga akan meminta kepada Association of The Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) dan Association of Sales Travel Indonesia (ASATI) untuk membuat paket pariwisata yang terbaru.

“Ini merupakan berapa cara kita mendongkrak tingkat kunjungan wisman ke Sumbar. Apalagi, saat ini Sumbar tengah gencar-gencarnya membenahi pariwisata. Dan, beberapa lokasi pariwisata Sumbar sudah dikenal luas wisman, seperti Pantai Padang, Jam Gadang, Mandeh dan beberapa lokasi lainnya,” ujarnya.

Selain melakukan pembicaraan dengan maskapai penerbangan internasional langsung ke Sumbar dan meminta travel penyedia paket pariwisata membuatkan paket baru, dinas pariwisata juga akan membuat semacam fine trip di Sumbar untuk enam blogger yang sebelumnya dilakukan seleksi terlebih dahulu.

“Untuk hal itu akan berkerja sama dengan maskapai penerbangan Air Asia, seperti rute terbaru yang akan beroperasi Padang – Singapura pada Februari 2018, mendatang,” ucap Oni.

Ia juga menyebutkan, kunjungan wisman ke Sumbar selama ini kebanyakan dari Malaysia, sebab selain jarak waktu perjalanan antara Padang dan Malaysia yang dekat. Apalagi, antara Malaysia dan Indonesia, khususnya Sumbar, memiliki budaya yang hampir sama, sehingga Sumbar pilihan yang tepat untuk dikunjungi.

“Masyarakat Malaysia yang berkunjung ke Sumbar bisa mencapai 80 persen. Namun, belakangan ini ikut turun, karena beberapa faktor, seperti menurunnya perekonomian,” jelasnya.

Negara lainnya, kata Oni, masih sangat minim yang berkunjung ke Sumbar, seperti Australia yang hanya 10 persen dan Eropa serta Amerika 5 persen. Sehingga, ini yang perlu didongkrak mendatangkan wisman ke Sumbar.

Namun, selain dari negara di kawasan Eropa dan Amerika, berkeinginan juga masyarakat Timur Tengah berkunjung ke Sumbar. Apalagi, Sumbar termasuk tujuan destinasi wisata halal.

Sementara itu, Kepala BPS Sumbar, Sukardi menjelaskan jumlah wisman yang berkunjung ke Sumbar melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Pelabuhan Teluk Bayur bulan November 2017 mencapai 4.622 orang itu, telah mengalami penurunan sebesar 4,23 persen dibanding bulan Oktober 2017 yang tercatat sebanyak 4.826 orang.

“Bila dibandingkan dengan bulan November 2016, wisman bulan November 2017 mengalami penurunan sebesar 9,64 persen,” katanya.

ementara itu, jumlah wisman bulan Januari hingga November 2017 mengalami peningkatan sebesar 7,39 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Wisman bulan November 2017 ini memberikan kontribusi sebesar 0,52 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia (Wisman Nasional 890.140 orang).

Lihat juga...