YOGYAKARTA – Pengurus baru Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY belum juga dilantik PSSI pusat. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan pengurus baru di bawah komando Bambang Giri Dwi Kuncoro untuk bekerja. Salah satunya menyiapkan program 100 hari.
Pria yang akrab disapa Bakun ini mengungkapkan, program 100 hari akan disampaikan dalam rapat kerja (raker) pengurus yang juga melibatkan lima anggota komite eksekutif (exco) Asprov PSSI DIY lainnya.
“Program 100 hari program jangka pendek. Nanti selama satu tahun akan diselesaikan di mana setiap tiga bulan sekali akan dilakukan evaluasi,” ucap Bakun, Kamis (4/1/2018).
Disinggung terkait program 100 hari yang akan diselesaikan, salah satu direksi Bank BPD DIY ini mengungkapkan, termasuk di antaranya adalah pembenahan sejumlah aset milik Asprov PSSI DIY. Salah satunya Museum PSSI yang berada persis di samping kantor Asprov.
Selama ini, kompleks Museum PSSI tidak terawat dengan baik. Selain kondisi bangunan yang rusak pada beberapa bagian, kawasan sekitarnya juga tidak tertata. Ditambah adanya permukiman warga di sisi bagian barat yang juga tidak terawat dengan baik.
“Ada kawasan Museum PSSI, tapi kondisinya kurang terurus. Padahal, sepak bola Indonesia lahirnya di sini. Sayang, kalau tidak dirawat. Kami juga akan membenahi sepak bola di DIY, agar menghasilkan tim yang bisa berbicara di tingkat nasional. Prestasi DIY menyedihkan, karena 52 tahun berdiri tim sepak bola tidak sekali pun tampil di PON,” bebernya.
Susunan kepengurusan Asprov PSSI DIY periode 2017-2022 sendiri telah terbentuk. Di samping pengurus inti yang terdiri dari ketua umum, wakil ketua umum dan anggota komite eksekutif, kepengurusan baru juga berisi 15 komite dengan total 47 personel. Dalam kepengurusan ini juga ada dewan kehormatan dan dewan pembina. Terdapat pula Sekretaris Umum (Sekum) yang akan mengadministrasikan tugas-tugas asprov.
“Sekum ada lima bidang tugas seperti hukum, keuangan, komisi disiplin dan sebagainya. Perlu dijelaskan pula, bahwa format kepemimpinan kolektif kolegial kami terapkan dalam pengambilan keputusan,” pungkasnya.