Sikka tak Mencapai Target Sertifikat Prona 2017

MAUMERE – Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka selama 2017 hanya mampu menerbitkan sertifikat proyek operasi nasional agraria (PRONA) sebanyak 6.701 sertifikat, atau 60,91 persen dari target sebesar 11.000 sertifikat.

“Banyak desa yang tidak siap, bahkan tidak respon program ini, sehingga kami hanya fokus kepada desa-desa yang memang siap dan menerima dengan baik program ini,” sebut Fransiska Vivi Ganggas, SH., Kepala kantor Pertanahan Kabupaten Sikka, Kamis (4/1/2018).

Pada 2017, beber Vivi, target yang dibebankan sebanyak 11 ribu sertifikat, sementara pemetaan yang dilakukan sebanyak 8.884 bidang tanah dari 11.018 berkas yang terkumpul dari berbagai desa dan kecamatan yang ada di kabupaten Sikka.

“Memang tidak tersebar di semua kecamatan, sebab kami tidak bisa mengambil semuanya. Yang terbanyak berada di kecamatan Nelle, di mana seluruh usulan masuk kami ambil sebab perangkat desanya sangat siap,” ungkapnya.

Ada desa yang sama sekali tidak respon seperti di desa Reroroja, kecamatan Magepanda, sebut Vivi, sehingga pihaknya tidak bisa masuk ke desa tersebut. Juga di desa Koting A dan Koting B di kecamatan Koting pun masyarakatnya sulit untuk diajak membuat sertifikat PRONA.

“Untuk kecamatan Lela semua desa saya ambil dan bagus juga, tapi yang paling bagus di semua desa pada kecamatan Nelle. Juga ada beberapa desa di Magepanda, Kewapante, Kangae dan Talibura yang juga sangat respon dengan program ini,” ungkapnya.

Kepala desa Kringa, kecamatan Talibura, Timoteus Capsan, saat dihubungi pada Kamis (4/1/2017) sore, mengaku tidak mendapatkan jatah sertifikat PRONA sejak sekitar 5 tahun terakhir, dan berniat untuk mengajukan bila diperbolehkan oleh kantor Pertanahan kabupaten Sikka.

Capsan menambahkan, memang dalam program RPJMD desa Kringa pihaknya memasukkan juga tentang program pengurusan sertifikat PRONA tersebut. Masyarakat juga sangat antusias bisa memiliki sertifikat tanah dengan biaya murah.

“Kalau memang kami juga bisa mendapatkan jatah sertifikat PRONA, kami akan ajukan, sebab masyarakat juga sangat antusias sekali, karena biayanya sangat murah sekitar 100 ribu rupiah saja,” pungkasnya.

Lihat juga...