LAMPUNG – Kondisi arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera yang padat menuju ke pelabuhan penyeberangan Bakauheni sekaligus peningkatan jumlah penumpang pejalan kaki yang akan naik kapal roll on roll off (Roro) menuju ke Pulau Jawa dari Pulau Sumatera, membuat Kepolisian Resor Lampung Selatan (Lamsel) memperpanjang operasi dengan sandi Lilin Krakatau 2017.
Kapolres Lampung Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Syarhan menuturkan, personil yang diplot di pelabuhan Bakauheni serta sejumlah pos pengamanan operasi lilin Krakatau 2017 berakhir masa tugasnya sejak Selasa (2/1/2018) pada pukul 00:00 WIB.
Namun melihat kondisi di lapangan operasi lilin Krakatau 2017 diperpanjang hingga Minggu (7/1/2018). Surat perintah terkait perpanjangan masa tugas operasi lilin Krakatau 2017 tersebut menurutnya sudah disampaikan kepada para kepala bagian, Kapolsek serta jajarannya.
“Berdasarkan analisa, evaluasi dengan seluruh anggota disebutkan, kondisi arus balik libur sekolah, Natal 2017, tahun baru 2018 dan koordinasi dengan pihak ASDP cabang Bakauheni, diputuskan perpanjangan operasi lilin Krakatau diperpanjang,” terang Kapolres Lampung Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Syarhan, saat berada di posko terpadu Polda Lampung di Pelabuhan Bakauheni, Rabu (3/1/2018).

Sejumlah pos pengamanan, pelayanan, pos pantau, pos terpadu, melalui surat perintah Kapolres Lampung Selatan diperintahkan masih tetap melaksanakan tugas terhitung sejak Selasa (2/1) hingga Minggu (7/1). Khususnya di pos terpadu Bakauheni, Pos pengamanan Merak Belantung, pos pengamanan Pasir Putih, Pos pantau Natar, pos pengamanan pasar Natar, dan pos pelayanan di Bandara Raden Intan.
Bagi pos yang tidak disebutkan dalam surat perintah tersebut, ia memastikan, bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa di tempat tugas masing-masing dengan merapikan pos dan mengembalikan barang inventaris, terutama milik Polres Lampung Selatan.
Pantauan Cendana News sejumlah personil Polres Lampung Selatan bahkan masih bersiaga di Pelabuhan Bakauheni di antaranya di loket pembelian tiket, dan posko bantuan SAR Polairud di dermaga tiga Pelabuhan Bakauheni.
Arus kedatangan penumpang pejalan kaki yang akan menyeberang ke Pelabuhan Merak dari Pelabuhan Bakauheni didominasi oleh masyarakat yang masih menghabiskan waktu liburan di Lampung, bahkan terlihat masih memadati lobi pembelian tiket pejalan kaki.
General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Sugeng Purwono, menyebut waktu masuk sekolah di Pulau Jawa dan di Pulau Sumatera yang berbeda menjadi penyebab arus penumpang dari Bakauheni tidak bersamaan.
“Penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi mengalir, meski data kita penumpang dari Merak menuju Bakauheni yang belum kembali masih cukup banyak,” terang Sugeng Purwono.
Berbagai fasilitas yang disiapkan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry berupa loket penjualan tiket tambahan untuk kendaraan roda dua, kendaraan roda empat dan pejalan kaki, masih tetap difungsikan hingga Minggu (7/1) mendatang.
Kapal Roro yang disediakan pada hari normal dengan jumlah 27 hingga 28 kapal bahkan masih disiagakan. Sebanyak 34 kapal dioperasikan mengantisipasi penumpang yang masih terus mengalir di Pelabuhan Bakauheni.
