Anak-anak Terpaksa Ikut Berdesakan Saat Arus Balik Lebaran
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG, Cendana News – Kebijakan pemerintah untuk memberi cuti, sekolah dalam jaringan (daring) belum berdampak pada arus balik lebaran. Sejumlah masyarakat tetap mengajak serta anak anak berdesakan naik kapal. Bahkan sebagian naik motor bersama orangtua.
Calon penumpang kapal, Nursanti, warga asal Kotabumi menyebutkan, ia rela mengajak dua anaknya meski sudah mendengar informasi cuti dan kegiatan belajar mengajar daring. Ia tetap kembali ke Jakarta karena suaminya harus masuk kerja pada Senin (9/5/2022). Meski berdesakan dengan penumpang lain, ia tetap memilih balik pada Minggu (8/5/2022).
Perjalanan memakai travel sebutnya cukup lancar. Sesampainya di pelabuhan, ia membeli tiket kapal lalu menunggu di gangway ke dermaga dua. Ia harus berbagi tugas sang suami membawa barang dan ia menuntun dan menggendong anak.
“Sempat mengantre saat membeli tiket dan berdesakan ketika akan masuk ke kapal, untung diarahkan petugas agar yang membawa anak-anak dipisahkan takut tertinggal,” terang Nursanti saat ditemui Cendana News, Minggu (8/5/2022).
Nursanti menyebutkan setiap mudik, balik lebaran ia selalu mengajak keluarga. Ia memilih tidak memakai kendaraan roda dua karena jarak yang jauh.
Mengajak anak ikut berdesakan dengan penumpang lain juga diakui Herman. Bersama istri dan dua anaknya ia memilih balik ke Tangerang sehari sebelum masuk kerja. Perusahaan tempat bekerja tidak memberi tambahan cuti.
“Semula saya akan meninggalkan anak di kampung, tapi karena sekolah daring, tetap harus pulang ke Tangerang,” terangnya.
Di kantong parkir roda dua, Muklisin, usai membeli tiket ia harus menunggu sebelum naik kapal. Ia membonceng sang anak sembari membawa barang balik ke Banten untuk kembali bekerja.
Sang anak sebutnya sempat tidak merasa nyaman, Muklisin bilang mencari tempat nyaman di kapal. Setelah mengantre di area kantong parkir, ia bisa mencari tempat duduk di kapal.
“Saya menyewa tikar agar anak bisa duduk karena tempat duduk penuh di dalam kapal,”ujarnya.

Petugas dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas (KSOP) Kelas IV Bakauheni siaga di area gangway dermaga dua. Mereka melakukan penghitungan jumlah penumpang agar tidak terjadi kelebihan muatan. Sejumlah petugas selain mencatat manifest juga membantu memisahkan calon penumpang agar tidak berdesakan.
Sesuai data posko PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) jumlah penumpang, kendaraan naik ke pulau Jawa. Jumlah penumpang kembali ke pulau Jawa tercatat sebanyak 160.143 meliputi 12.421 pejalan kaki, dalam kendaraan 147.722 penumpang.
Jumlah kendaraan diseberangkan dari pulau Jawa sebanyak 38.945 unit. Jumlah tersebut terdiri dari roda dua 18.071 unit, roda empat 19.752 unit, 538 unit bus, 584 unit truk. ASDP menyiagakan sebanyak 40 kapal dengan trip mencapai 130 kali per hari.