Komunitas Pecinta Alam Solo Raya, Gelar Tanam Pohon

SOLO – Menjadi komunitas yang selalu bersinggungan dengan alam, menjadi tanggung jawab tersendiri untuk selalu menjaga lingkungan.

Hal inilah yang dilakukan gabungan komunitas pecinta alam yang ada di Solo Raya. Sembari melakukan kegiatan camping di alam, mereka juga melakukan penanaman pohon.

Ketua Compac Adventure Klaten, Aan Sholikhin menjelaskan, tanam pohon yang diselenggarakan di bukit pelangi Wonogiri itu merupakan bagian dari kegiatan untuk menjaga alam agar tetap lestari.

Ketua Compac Advanture Klaten, Aan Sholikhin. Foto: Harun Alrosid

Sebab, ekosistem alam memiliki peran sangat penting bagi keberlangsungan hidup. Tak hanya bagi umat manusia, namun untuk seluruh makhluk hidup. “Mari kita bersama menjaga dan melestarikan alam, sebelum alam tak berpihak kepada kita,” katanya kepada Cendana News, Rabu (3/1/2018).

Aksi nyata peduli alam dengan tanam pohon ini dilakukan bersama dengan sejumlah komuitas pecinta alam lainnya. Seperti komunitas Lentera Alam Solo Raya serta komunitas Kompas Sukoharjo. Anggota pecinta alam yang dilibatkan dalam kegiatan ini mencapai puluhan orang. Digelarnya kegiatan di alam, diharapkan kepedulian terhadap lingkungan semakin besar.

“Acara kita buat semacam camping di perbukitan dan paginya tanam pohon bareng. Acara ini Semacam reuni konservasi trilogi komunitas Solo Raya (Kompas), yakni menjemput rindu yang sudah menunggu di alam bebas,” kata pria yang akrab disapa Cak Ikinz.

Adapun berbagai pohon yang ditanam di bukit yang berada di perbatasan Sukoharjo dan Wonogiri justru bukan tanaman keras. Melainkan bibit pohon tanaman buah, yang dapat tumbuh subur di area perbukitan.

“Pohon yang kita tanam kebanyakan tanaman buah. Seperti jambu biji, nangka, klengkeng serta turi merah,” tambah Joshep, selaku perwakilan Komunitas Lentera Alam.

Menurutnya, meski jumlah pohon yang ditanam tidak mencapai ratusan, namun apa yang dilakukan adalah wujud nyata cinta terhadap alam. Sebab, banyak pihak yang mengaku peduli terhadap lingkungan, tapi sedikit berbuat nyata untuk menyelamatkan alam.

“Prinsipnya, sedikit tindakan nyata lebih baik dari pada sekedar wacana tanpa realitas,” tandas perwakilan Kompas Sukoharjo, Huzzein.

Aktivitas menanam pohon di bukit Pelangi Wonogiri. Foto: Harun Alrosid
Lihat juga...