JAMBI – Tujuh kecamatan di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, mengalami banjir. Sungai Batanghari meluap menyusul intensitas hujan yang cukup tinggi di daerah aliran sungai itu.
“Dari delapan kecamatan di Batanghari hanya Kecamatan Bajubang yang saat ini tidak terkena banjir. Sementara di beberapa lokasi di tujuh kecamatan lainnya seperti Kecamatan Mersam dan Muara Bulian saat ini sudah terendam,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Batanghari Nazhar, di Muara Bulian, Jumat (1/12/2017).
Alat Pengukur Ketinggian Air (APKA) hingga Jumat (1/12/2017) menunjukkan ketinggian muka air Sungai Batanghari mencapai 286 centimeter. Saat ini ketinggian air dalam pemukiman warga yang terkena banjir berkisar 20 centimeter hingga satu meter. Meski tujuh kecamatan tersebut telah terendam, namun belum ada fasilitas umum yang terendam.
Dikatakan Nazhar, ketinggian debit air Sungai Batanghari di prediksi akan terus naik. Mengingat ada beberapa faktor yang menyebabkan ketinggain debit air Sungai Batanghari terus meningkat. Pada Jumat ketinggain muka air Sungai Batanghari naik satu centimeter dari hari sebelumnya.
“Ada beberapa pemicu ketinggian air Sungai Batanghari terus meningkat. Yang pertama, Kabupaten Batanghari mendapat limpahan air dari hulu. Kedua karena intensitas hujan memang cukup tinggi, apalagi air yang masuk ke payau sudah melimpah. Dan yang ketiga disebabkan oleh pendangkalan Sungai Batanghari,” katanya.
Sementara itu tim rekasi cepat BPBD setelah penetapan siaga II darurat bajir telah disiagakan di posko banjir yang berada di kantor BPBD setempat. Dan bantuan berupa tenda dan perahu karet telah disiagakan di lokasi banjir. “Untuk tenda darurat banjir telah kita pasang di Kecamatan Muara Tembesi, dan perahu karet sendiri juga telah kita siagakankan di Kecamatan Muara Bulian,” tambahnya
Dari ketiangian muka air Sungai Batanghari yang terpantau melalui APKA, 15 centimeter lagi Batanghari akan memasuki status siaga darurat I. “Kenaikan muka air 15 centimeter lagi masuk siaga darurat I, maka dari itu kita menghimbau masyarakat agar lebih waspada dan selalu siap siaga. Sebab kondisi curah hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir,” katanya.
BPBD Batanghari memiliki delapan unit tenda darurat dan tiga unit parahu yang berada di Simlang Kilangan dan di Kecamatan Maro Sebo Ilir. Bila tenda dan perahu tersebut masih kurang, BPBD akan meminta bantuan kepada pemprov melalui BPBD Provinsi Jambi. (Ant)