Meramal Hasil Panen Lewat Empedu Hewan Sembelihan
MAUMERE — Etnis Lamaholot di kabupaten Flores Timur dan etnis Tana Ai di wilayah timur kabupaten Sikka, meramal hasil panen biasa dilakukan lewat penyembelihan kambing dan empedunya diambil untuk dilihat oleh orang yang menyelenggarakan ritual.
“Kami percaya bahwa hasil panen tahun depan sesuai dengan hasil yang terlihat dalam empedu kambing yang kami sembelih saat ritual adat Glen Mahe dilaksanakan,” sebut Yohanes Yan Lewar.

Marang atau panglima perang adat suku Tana Ai Boganatar ini saat berbincang dengan Cendana News, Sabtu (2/12/2017) mengatakan, melihat ramalan saat penyembelihan seekor kambing di depan rumah kepala suku harus dilakukan saat ritual adat besar Glen Mahe.
“Biasanya tanda yang terdapat di empedu hewan sembelihan tidak meleset dan kami meyakini ini adalah tanda yang diberikan oleh Ina Nian Tana, Lera Wulan Reta atau penguasa langit dan bumi serta leluhur kepada kami segenap anak suku,” ungkapnya.
Yan menjelaskan, kambing yang akan disembelih tersebut harus dipenggal lehernya dengan sekali tebas hingga terputus.
Darah kambing tersebut lanjutnya, ditampung didalam tempurung kelapa yang digabung bersama dengan persembahan lainnya seperti beras, arak, sirih pinang dan ikan kering akan dipersembahkan kepada penguasa langit dan bumi serta para leluhur dan arwah penjaga kampung.
“Empedu kambing tersebut masih panas dan berair mengartikan bahwa curah hujan cukup namun masih ada cuaca panas sehingga para petani diminta untuk menanam padi ladang atau jagung saat hujan paling lama awal Desember 2017 ini, “ terangnya.
Yosef Tote, tetua adat lainnya saat ditanyai Cendana News menyebutkan, kambing yang juga disembelih di pelataran Mahe di puncak bukit juga didapat hasil yang sama dimana hasil panen dan rejeki untuk tahun depan (2018) cukup bagus. Namun segenap anak suku diminta untuk tidak berleha-leha dan bekerja keras.
Membaca tanda ini kata Yosef merupakan sebuah tradisi dan keyakinan segenap masyarakat adat etnis Tana Ai termasuk di kampung Boganatar dimana sebelumnya juga harus didahului dengan member makan kepada segenap arwah leluhur, penjaga kampung dan penguasa langit dan bumiatau Ina Nian Tana, Lera Wulan Reta.
“Kami masyarakat adat Tana Ai percaya bahwa segala hasil panen dan rejeki yang diperoleh harus disyukuri dengan membuat ritual adat dan member makan atau persembahan kepada leluhur dan penguasa langit dan bumi yang telah menjaga dan melindungi serta member rezeki,” sebutnya.